Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Baru Tiga Hari Menikah, Cici Paramida Sudah Merasa Ditipu
Kamis, 12 November 2009 | 16:43 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/ADITYA OKTAVIRMANA
Cici Paramida dan suaminya, Raden Akhmad Suhaebi Hamzawi.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS. com --  Usai menjalani sidang di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Utara, pedangdut Cici Paramida mengutarakan alasan kenapa ia ingin segera bercerai dengan suaminya,  Raden Akhmad Suhaebi, yang kini tengah meringkuk di bui terkait tindakan KDRT terhadap dirinya. Diakui Cici, tiga hari setelah proses akad nikah di Mekkah, ia baru sadar bahwa ia telah jadi korban penipuan suaminya.

"Tiga hari sebelum resepsi ada wanita yang datang mengaku istrinya. Namanya Neni. Keinginan saya bercerai makin kuat setelah peristiwa di Puncak (Bogor). Saya hanya ingin satu kejujuran dari dia, kenapa harus berbohong, siapa wanita itu dan untuk apa dia ke puncak. Saya hanya ingin dia mengaku bersalah kepada keluarga besar saya di depan wartawan," tutur Cici seusai menjalani sidang perceraiannya di PA Jakarta Utara, Kamis (12/11).

Hingga detik ini, pengakuan itu tak pernah terlontar dari mulut Suhaebi.  "Saya ingin sekali ia melakukan pengakuan juga kalau wanita itu bukan istrinya," lanjut Cici.

Diakuinya, kedatangan perempuan itu, telah membuatnya sangat kecewa. Bahkan, Cici lebih memilih mengurung diri. "Saya ini hanya manusia biasa, saya shock, malu, kecewa, sedih pokoknya campur aduk karena sudah ditipu. Tapi saya bersyukur karena masih banyak orang yang sayang kepada saya. Saya bersyukur karena Allah memberi petunjuk di awal pernikahan saya, dan terbukti memang Suhaebi bersalah," tutur  pelantun 'Wulan Merindu' ini.

Sikap  Suhaebi inilah yang membuat dirinya kecewa. Tapi Cici mengaku tidak mempunyai dendam dengannya.  "Saya enggak dendam, ini sudah menjadi keputusan hakim yang menyatakan dia bersalah dan itu menjadi kepuasan buat saya," katanya.

Ke depannya, Cici akan lebih selektif lagi dalam mencari pendamping hidup. "Harus lebih hati-hati dan selektif lagi, tapi saya enggak tahu sampai kapan saya akan menikmati kesendirian ini," tuntas Cici.

Saat ini, ia hanya bisa berharap PA Jakarta Utara segera mengabulkan keinginannya untuk bercerai dengan Suhaebi. Ia juga tak begitu peduli dengan status janda yang bakal disandangnya. "Memang kenapa dengan status janda? Pada intinya saya enggak mau proses ini terlalu lama," ujarnya.

Sidang gugatan perceraiannya rencananya akan dilanjutkan pada 19 November dengan agenda kesaksian dari pihak tergugat yaitu Suhaebi. (C9-09)