Foto    
KOMPAS ENTERTAINMENT/ATI KAMIL
Minggu, 15 November 2009 | 17:15 WIB
d'Masiv: Kostum Serbaputih hingga Gamelan Bali

JIMBARAN, KOMPAS.com - Grup pop d'Masiv mencoba memberi suguhan yang mereka yakini sebagai sesuatu yang berbeda di pentas musik SoundrenAline 2009: Lead the Beat. Mereka berkostum serbaputih dan menempelkan program keyboard sepenggal permainan gamelan Bali dalam salah satu lagu mereka.

Dalam SoundrenAline 2009, di Lotus Pond Area, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran (Bali), pada pukul 16.00-16.30 WITA, D'Masiv--Rian (vokal), Kiki (gitar), Rama (gitar), Rai (bas), dan Why (drum)--dibantu oleh seorang additional keyboardist menyajikan empat lagu, yaitu "Diam Tanpa Kata", "Tak Bisa Hidup Tanpamu", "Ilfil", dan "Jangan Menyerah".

Beraksi di panggung, mereka mengenakan kostum seragam serbaputih--sesuatu yang belum pernah mereka lakukan di luar SoundrenAline 2009. "Kami sengaja memakai kostum ini dalam rangka menebar pesan damai di SoundrenAline dan di Bali. Kami berharap semua penonton bisa menikmati musik dengan damai, tanpa rusuh," kata Rian kepada Kompas.com. sehabis beraksi di pentas. "Ternyata sesuai dengan kain-kain putih yang dipasang sebagai dekor di tebing-tebing di dekat panggung," timpal Rama. "Terpaksa kepanasan sih, karena pakai jas segala. Tapi, ya, demi SoundrenAline, enggak apa-apa lah," imbuh Rian.

Aku Rian pula, kostum itu mereka siapkan khusus untuk SoundrenAline 2009. "Ya, ini kan event spesial. Jadi, kami ingin memberi sesuatu yang beda dalam penampilan kami," jelasnya. "Mungkin saja nantinya kami akan memakai kostum seragam seperti ini. Tapi, tentu saja, enggak sering, karena nanti jadi sama dengan band-band lain yang memang sudah memakai kostum seragam," sambungnya.

Dari segi kostum, d'Masiv memang lain dari biasanya. Namun, dari segi musik, mereka cuma menyuguhkan sedikit perbedaan dari yang biasa mereka suguhkan. Mereka menempelkan program keyboard sepotong permainan gamelan Bali di ujung lagu "Jangan Menyerah". "Kami ingin membuktikan bahwa musik kami bisa dipadu dengan musik tradisional," kata Rian.

Sebagaimana kostum mereka, program potongan permainan gamelan Bali itu juga mereka siapkan khusus untuk SondrenAline 2009, karena pentas musik tersebut diadakan di Bali. Sebetulnya, kata Rian lagi, mereka ingin melibatkan para pemain gamelan Bali. Tapi, "Waktu kami enggak cukup untuk menyiapkannya," kata Rian lagi.

Asal tahu saja, jadwal manggung mereka padat. Jumat (13/11) dan Sabtu (14/11) mereka baru main di Semarang dan Surabaya. Mereka baru tiba di Bali pada Minggu (15/11) pagi. (ATI)

0
A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dok @ Kamis, 14 Februari 2008 | 15:46 WIB
dia pejuang brantas PKI !!!
Nina @ Kamis, 14 Februari 2008 | 15:36 WIB
Yang mau kasih maaf monggo, yang mau nuntut silakan pasti banyak yg dukung. Rakyat yang menderita lebih banyak kok ketimbang yang ditolong Suharto. Untuk Pak Pengusaha yang membela Suharto habis2an... Anda kroninya ya? He he heeee
swanggy @ Rabu, 13 Februari 2008 | 13:10 WIB
POKOKNYA HUKUM HARUS DITEGAKAN...! SIAPAPUN DIA...HARUS DIPROSES SECARA HUKUM.
Lintong Siagian @ Selasa, 12 Februari 2008 | 19:35 WIB
Saya bersimpati sepenuhnya utk pr korban kebiadaban Soeharto. Tdk ada kata maaf bwtnya adlh tepat krn Soeharto sendiri sepertinya merasa tidak pny kesalahan selama hdpnya.Negara hkm seperti apa bangsa ini???Yg jelas2 slh tdk dihukum.Rakyat kecil selalu dtindas dan diinjak - injak.Simpati saya bwt para korban
pengusaha @ Selasa, 12 Februari 2008 | 18:49 WIB
ia pejuang terhormat. dan ia prajurit sejati. TITIK
Nama
Email
Komentar
Security Code
Sheila Marcia akan segera melahirkan anak pertamanya, tapi hingga kini ayah si jabang bayi masih misterius. Menurut Anda apakah Sheila akan mengumumkannya?
Ya

Tidak

KOMPAS ENTERTAINMENT
© 2008 - 2010 KOMPAS.com - All rights reserved mp-ws-03