

KOMPAS.com - Ibu negara Perancis Carla Bruni ternyata selama ini meniru langkah Putri Diana untuk mengunjungi kaum tunawisma di Paris. Mantan supermodel ini bermalam di sebuah ambulan yang menawarkan pelayanan kesehatan darurat di jalan-jalan Paris.
Hal ini terungkap 15 tahun setelah Putri Diana sempat menyamar dengan mengenakan jeans dan topi baseball untuk membesuk mereka yang terbaring di rumah sakit di London pada malam hari. Bruni (41) bergabung dengan kelompok pelayanan sosial Samu Social di Paris untuk menemui dan berkomunikasi langsung dengan mereka yang hidup berkesusahan di sekitar Paris.
Majalah L'Express yang menyingkap kunjungan rahasia Bruni pada malam hari itu menjelaskan ibu negara Perancis ini mengunjungi "Samu" pada 9 November saat suaminya Presiden Nicolas Sarkozy berada di Berlin untuk mengenang 20 tahun runtuhnya tembok pemisah Jerman itu. Media Perancis ramai menspekulasikan kunjungan Bruni pada malam hari itu sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari sejumlah tuduhan bahwa ia mencoba campur tangan dalam urusan politik. Beberapa anggota partai UMP pimpinan Sarkozy dilaporkan telah menyebut presiden Perancis tersebut berada di bawah pengaruh istrinya.
Campur tangan Bruni dikhawatirkan dapat menyurutkan dukungan terhadap partai pimpinan Sarkozy. Ini di antaranya karena Bruni dituduh telah mendesak sejumlah menteri agar mendukung sutradara Roman Polanski, yang menanti proses ekstradisi dari Swiss ke AS karena terlibat hubungan seks dengan anak usia 13 tahun pada 1977. Namun, dalam keterangannya ke majalah Elle pekan lalu, Bruni mengaku tidak berkompetensi di bidang politik dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap kebijakan yang ditetapkan suaminya.
"Kami tidak pernah ngobrol soal politik karena aku memang tidak mempunyai keahlian dalam hal itu. Aku hanya menyampaikan pendapat jika ia menanyakannya tetapi ia tidak pernah menanyakanku hal serius seperti itu karena saya memang tidak tahu apa-apa soal itu," demikian diakui Bruni.
