Senin, 23 November 2009 | 17:27 WIB
Menyaksikan Orang-orang Gembrot Rampingkan Bobot

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah menanti cukup panjang, tayangan reality show "The Biggest Loser Asia" akhirnya bisa disaksikan publik di kawasan Asia, mulai Selasa (24/11) besok, setiap pukul 20.00 wib.  Selama 14 pekan, para peserta akan mempertontonkan kegigihannya dalam usaha merampingkan bobot tubuh gembrot mereka.   

Sebanyak 30 kontestan akan ambil bagian di ajang babak final tersebut. Mereka adalah kontestan yang terpilih dari hasil audisi yang diikuti oleh 2.000 peserta di seluruh kawasan Asia.  

Dalam acara yang sangat populer di Amerika Serikat ini dan diadaptasi oleh Hallmark Channel Asia ini, para peserta yang memiliki bobot tubuh berlebih itu, akan saling berjuang untuk bisa  mendapatkan bobot ideal. Sejumlah tahapan lomba akan mereka ikuti. Kelak, siapa yang terbaik akan berhak atas uang tunai sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp 1 Miliar.
 
Dalam episode pertama nanti, akan ditayangkan perjuangan ratusan orang yang masuk audisi, dan siapa peserta Indonesia dari 30 kontenstan yang terpilih untuk mencoba peruntungan mereka pada musim pertama serial ini.

Di Indonesia, ratusan orang mendaftar secara online dan 226 orang mengikuti audisi langsung di Fitness First Platinum, Pacific Place, 8 Agustus lalu.

Produser mencatat peserta audisi tergemuk dari Indonesia adalah seorang pria asal Jakarta berusia 32 tahun dengan berat 196,5 kg dan tinggi 173 cm (indeks massa tubuh 76) dan wanita asal Jakarta berusia 21 tahun dengan berat 145 kg dan tinggi 157 cm.

Hingga saat ini, nama para kontestan dirahasiakan, kecuali bahwa mereka selama hampir empat bulan babak final berlangsung akan diisolasi untuk menjalani pelatihan, antara lain makan 1.200-1.500 kalori per hari dengan latihan fisik berat.

Dave Nuku, pelatih personal untuk Trilogi "The Lord of the Rings" dan Kirsty Curtis, pelatih yang pernah mengalami kegemukan, terpilih sebagai pelatih para kontestan di "The Biggest Loser Asia".

Tayangan kompetisi penyusutan berat badan ini dapat disaksikan melalui berbagai provider televisi berbayar di Indonesia. Acara dipandu Sarimah Ibrahim, salah seorang artis paling populer di Malaysia saat ini.

Selama berada dalam masa karantina di sebuah perkemahan yang berlokasi di Malaka, seluruh kontestan dipastikan akan mengalami berbagai perubahan sangat drastis dalam hal gaya hidup dan pola makan.

Kontestan perempuan harus bertahan hidup hanya dengan maksimal 1.200 kalori per hari, sementara yang pria dibatasi hingga 1.500 kalori per hari. Mereka juga harus rela tidak berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat, tidak mengakses telepon genggam maupun internet.

Selama masa diet ketat dan latihan fisik yang berat, mereka juga akan menghadapi banyak tantangan dan godaan, termasuk tawaran menikmati aneka makanan lezat yang disukai tetapi dapat merusak diet dan menjaga kekompakan kerjasama sebagai tim.

Menyerah, mengalah dan melemah ketika menghadapi masa sulit akan membahayakan nasib rekan tim mereka di ruang eliminasi. (ANT/EH)

0
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Sheila Marcia akan segera melahirkan anak pertamanya, tapi hingga kini ayah si jabang bayi masih misterius. Menurut Anda apakah Sheila akan mengumumkannya?
Ya

Tidak

KOMPAS ENTERTAINMENT
© 2008 - 2010 KOMPAS.com - All rights reserved mp-ws-03