

JAKARTA, KOMPAS.com — "Lukisan karya Michelangelo di Kapel Sistine terasa hidup. Dengan koor pembuka, saya meneteskan air mata, malu juga,” kata sutradara Garin Nugroho (48), menuturkan pengalaman batinnya bertemu Paus di Vatikan, tepatnya di Kapel Sistine.
Sebanyak 260 seniman menghadiri undangan Paus Benediktus XVI pada Sabtu (21/11) waktu setempat. Ini merupakan peristiwa langka karena peristiwa serupa terjadi 45 tahun lalu, ketika Paus Paulus VI menggelar acara serupa di tempat yang sama.
”Paus berharap, kita pulang menciptakan karya kemanusiaan. Saya mulai memikirkan karya yang akan saya buat setelah pulang dari sini,” Garin menuturkan via pesan pendek (SMS) seusai Paus mengakhiri acara itu.
Hubungan religiusitas dan seni diharapkan mampu memberi kebangkitan yang disebut kemanusiaan baru. ”Seni bukan aspek kedua atau ketiga dalam hidup, tetapi kehidupan itu sendiri. Seni memberi harapan dan melihat keindahan secara unik dari kemanusiaan,” papar Garin.
Dari Indonesia, hanya Garin yang diundang dalam pertemuan itu. ”Kalau dari Asia, selain Indonesia, ada juga wakil dari Jepang dan China. Setelah pulang dari sini (Vatikan), saya merasa ada tugas yang perlu dikerjakan. Hidup saya terasa dipenuhi momentum penuh anugerah,” kata sutradara film Generasi Biru ini. (AMR)
