JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu (29/11) merupakan malam istimewa bagi pemusik Addie MS. Malam itu, Music Odyssey, konser untuk memperingati 30 tahun ia berkarya musik, digelar di Jakarta.
Music Odyssey menggambarkan perjalan karier musik konduktor Twilite Orchestra (TO) ini sejak 1979 hingga kini. Pertunjukan dibuka pada pukul 20.00 WIB dengan pemutaran video dokumenter konser Addie MS bersama pianis David Foster di Jakarta pada 1992. Kira-kira 2.000 penonton mengisi Jakarta Convention Center (JCC), Plenary Hall, tempat konser itu. Mereka lalu diantar masuk ke repertoar malam tersebut dengan lagu "Winter Games", karya David Foster, yang menampilkan permainan piano Kevin Aprilio, pemain keyboard grup Vierra, yang juga putra pertama Addie dan istrinya, penyanyi pop Memes.
"Istimewa sekali bagi saya memainkan 'Winter Games', setelah 17 tahun lalu, tahun 1992, main dengan David Foster di RCTI. Sekarang, setelah 17 tahun, saya baru memainkannya kembali bersama Kevin Aprilio, putra pertama saya," tutur Addie, yang sekaligus menjadi juru cerita perjalanan karier musiknya, kepada para penonton. "Sebelum bertemu dengan David Foster tahun 1992, saya bertemu dengan sahabat saya yang membukakan jalan musik untuk saya, Keenan Nasution. Dia lah yang meminta saya mengaransemen 'Nuansa Bening'. Tapi, kini kita panggil Vidi Aldiano," sambung Addie.
Vidi, yang vokalis pop, lalu menyuguhkan "Nuansa Bening" dengan iringan TO dan Addie pada piano. Ia menyanyi dalam aransemen pop, bukan dengan aransemen pop R&B seperti selama ini. "Gank Pegangsaan (Keenan cs) awalnya saya pikir untouchable. Tapi, Keenan memberi saya kesempatan mengaransemen 'Nuansa Bening'. Malam ini saya pilih Vidi dengan menyanyikan aransemen asli yang saya bikin," terang Addie.
Sebelum masuk ke lagu berikutnya, video dokumenter berikutnya bercerita soal Addie muda mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR), yang diadakan oleh Radio Prambors Jakarta, hingga Addie membentuk band Staff dengan Ikang Fauzi. Lagu bertajuk "Iblis" pun dinyanyikan oleh Ikang Fauzi, yang berduet dengan Vina Panduwinata, dengan iringan Staff dan TO serta dilengkapi permainan piano Addie yang jazzy.
"Ini band bocah, band zaman muda bareng Cendy Luntungan," kenang Addie. "Kami dulu sering nongkrong di rumah Addie. Kami juga pengen bikin band kayak anak-anak musik gitu," timpal Ikang. "Staff Group itu salah nama, makanya kami cuma berhasil bikin satu lagu," tambah Addie dengan canda.
Sementara itu, masih pada era yang sama, Addie akhirnya berkenalan dengan Vina. "Saya ditawari, mau enggak ngisi lagu Staff. Saya waktu itu orangnya mauan. Tapi, sejak itu saya jatuh cinta sama musik Addie dan dia juga kerja sama untuk album saya, dan inilah 'September Ceria'," ucap Vina, yang kemudian menyajikan "September Ceria".
Berikutnya ada Afgan, yang juga menyanyikan lagu Vina, "Biru". "Vin, sudah berapa lagu kamu yang dibawakan generasi muda?" tanya Addie. "Ya, ada 12 lagu," jawab Vina. "Ada satu lagu yang spesial, untuk itu saya panggil Afgan. 'Biru'," ucap Addie.
***
Pertunjukan tersebut belum lengkap rasanya jika Memes belum tampil. Karena itu Addie memanggil sang istri untuk menyanyi pada sesi berikutnya. "Berikut ini pendamping hidup saya, ya mudah-mudahan masih sama," ujar Addie dengan canda, sebelum Memes melantunkan "Aku Cinta Padamu", ciptaan Oddie Agam.
Bunga Citra Lestari, dengan "Aku Tak Mau sendiri" (menampilkan Addie dengan piano) dan Utha Likumahua, dengan "Esok Kan Masih Ada", merupakan para bintang tamu lainnya. Tristan Juliano, putra bungsu Addie dan Memes, pun mantap membawakan "Bumble Bee" (yang dipopulerkan oleh pianis Maxim) dengan permainan piano klasik.
TO tentu tak luput dari konser itu. Ditayangkanlah video dokumenter sejarah berdirinya TO, dengan narasi oleh pengusaha Indra Bakrie selaku pencetus gagasan dan penyandang dana pembentukan TO.
Twilite Chorus (TC) memperoleh "kavling" pula dalam pertunjukan tersebut. Mereka mengetengahkan lagu-lagu terkenal seperti "My Heart" (Acha Septriasa), "Menghitung Hari" (Krisdayanti), "Dealova" (Once "Dewa 19"), "Bintang di Surga" (Peterpan), dan "Terbaik Untukmu" (Samsons).
Tak ketinggalan, pianis klasik Levy Gunardi. Setelahnya, ada Perbanas Institute Choir dengan "When I Wish Upon a Star"; Elfa's Singers (Agus Wisman, Uci Nurul, dan Yana Julio) dengan "Indonesia Pusaka"; dan Sherina dengan "Balerina".
Pemusik luar negeri asal Jepang Makiko Goko, yang tergabung dalam Three Soprans, beradu vokal dengan James Eglestone asal Australia untuk "Phantom of the Opera".
Di ujung acara, pemain terompet TO Erick Awuy mengambil alih posisi Addie sebagai konduktor, sementara Addie hanya termangu melihat aksi Erick itu. Tiba-tiba saja, dengan komando Erick, TO langsung memainkan "Selamat Ulang Tahun", yang diikuti para artis Music Odssey Addie MS menggiring sebuah kue ulang tahun berukuran besar sebagai kejutan ulang tahun ke-50 Addie, yang lahir di Jakarta pada 7 Oktober 1959. (C7-09)
