Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Titi Sjuman: Berteriak Karena Penghargaan
Kamis, 17 Desember 2009 | 15:12 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS. com - Titi Sjuman (28) bersinar dalam Festival Film Indonesia 2009 (FFI 2009), yang digelar di Jakarta pada Rabu (16/12/2009) malam. Selain mendapat penghargaan sebagai pemusik, yaitu Penata Musik Terbaik, ia juga memperoleh penghargaan sebagai pemain film, yaitu Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Penghargaan Penata Musik Terbaik digenggam oleh Titi bersama suaminya, pemusik Aksan Sjuman, atas karya mereka untuk film "King". Karya mereka tersebut mengungguli tata musik film "Garuda di Dadaku" karya mereka sendiri, "Jagad Kali Code" karya Djaduk Ferianto, "Ruma Maida" karya Bobi Suryadi, dan "Merah Putih" karya Thoersi Ageswara.

Di jalur film, Titi, yang juga pemain drum seperti suaminya, sudah membuahkan tata musik untuk film-film "6.30" (disutradarai oleh Reynaldi Puspoyo), "Maya, Raya, Daya" (Nan T Achnaz), "Bukan Kesempatan yang Terlewat" (Lasja Fauzia), "The Photograph" (Nan T Achnaz), "Mereka Bilang, Saya Monyet!" (Djenar Maesa Ayu), "Laskar Pelangi" (Riri Riza), "Garuda di Dadaku", "King", "Sang Pemimpi", dan "Suatu Pagi di Victoria Park" (Lola Amaria).

Permainan Titi dalam film "Mereka Bilang, Saya Monyet!", pun menjadikannya Pemeran Utama Wanita Terbaik. Dalam film tersebut, yang diangkat dari novel karya Djenar Maesa Ayu dan disutradarai oleh Djenar, Titi berperan sebagai penulis cerita anak bernama Adjeng.

Sebelum ini, dalam Indonesian Movie Awards 2008, Titi mencetak The Best New Actrees.

Titi tidak bisa menutupi rasa senangnya ketika menerima Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di panggung FFI 2009. "Susah napas, karena di luar dugaan. Lihat lawan yang lain, enggak menyangka, karena mereka luar biasa juga. Saya enggak menyangka dan mau pingsan juga tadi. Tapi, semua ini enggak akan saya jadikan beban," tuturnya sesudah menggenggam penghargaan itu.

Mengenai polemik antarsineas sehubungan dengan pro-kontra keberadaan FFI, Titi enggak memberi tanggapan. "Saya enggak mau comment soal itu. Saya menghargai semuanya sebagai sesama pekerja seni. Mereka semua sahabat saya," ucap Titi, yang menjalin hubungan lesbian dengan Lola Amaria dalam film "Suatu Pagi di Victoria Park".

Titi berharap, FFI bisa kembali menjadi sebuah kebangaan. "Malam ini banyak kemajuan dan lebih banyak lagi yang masuk nominasi. Untuk ke depannya, sebenarnya ini sudah lebih baik dan dapat menjadi kebanggaan untuk Indonesia," ucapnya lagi.

Selesai menghadiri pergelaran FFI 2009, semalam Titi ingin cepat pulang. "Ingin berteriak karena mendapat penghargaan," ujarnya. (C9-09, ATI)