Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Ketika Andien "Berjudi" dengan Konsep Musik
Jumat, 18 Desember 2009 | 14:02 WIB
|
Share:
(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com Penyanyi musik jazz, Andien, cukup berjudi ketika manggung di acara Chamber Jazz Bentara Budaya Jakarta (BBJ) Music Performance, Kamis (17/12/2009) malam. Katanya, baru kali ini ia tampil dengan konsep yang rada berbeda seperti penampilan biasanya. Idealisme Adien pun ikut menambah pesona musiknya malam tadi.

Bentara Budaya Music Performance, Chamber Jazz, yang menyuguhkan permainan apik musisi Iwan Hasan (gitar), Mery Kasiman (piano), dan Enggar Widodo (tuba), ikut melengkapi vokal Andien yang jazzy. "Saya senang banget, sebenarnya sudah berkali-kali dengar tentang Bentara Budaya Jakarta dari teman-teman yang sering main di sini," ungkap Andien seusai manggung di BBJ, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (17/12/2009).

Sejauh yang Andien tahu, BBJ acap kali menyuguhkan sajian musik yang cukup berbeda. "Yang aku dengar kalau Bentara Budaya Jakarta itu idealis banget. Kebetulan Mas Iwan memang pengin sekali bawain jazz, dan akhirnya ngajak aku, dan aku senang sekali," tutur Andien.

Diakuinya, sebelum tawaran itu diamininya, Andien sempat diliputi rasa tak percaya diri. "Senang iya, tapi sekaligus 'Hah, bisa enggak ya?'. Karena yang aku dengar perform di Bentara Budaya itu the whole show seluruhnya punya kita. Jadi kita harus mempersembahkan sesuatu yang belum pernah dipersembahkan," ujar Andien.

Nah, yang bikin Andien tambah minder, apalagi kalau bukan tawaran konsep musik yang agak baru buat Andien. "Karena Mas Iwan bilang, kita enggak usah pakai drum. 'Hah, itu kan sepi banget,' Orang kan kalau nonton malah jadi ngantuk," cerita Andien. "Tapi Mas Iwan bilang 'enggak kok bagus nanti'. Ya begitulah yang kita perdebatkan, karena tadinya aku pesimis banget apa ada yang datang, karena apa dengan konsep ini akan menarik orang untuk datang. Kita gambling banget," aku Andien.

Tak dinaya, saat tampil Andien justru mengaku cukup menikmati penampilannya malam itu. "Aku memang enggak bisa hidup tanpa acara-acara seperti ini, paling enggak sebulan ada yang aku sisihkan buat acara seperti ini," ungkapnya. "Ini penting banget buat 'makanan' jiwa aku. Bukannya sok puitis atau apa, tapi itu benar. Aku enggak mau terbawa suasana dari comfort zone yang membuat aku enggak bisa berimprovisasi," papar Andien.

Diakui Andien, ia justru merasa tertantang ketika dihadapkan dengan hal-hal baru. "Makanya kalau ada tantangan seperti ini, aku bisa lebih nge-beat, lebih improve dan aku berarti bisa naik satu tangga lagi. Aku sendiri kaget karena awalnya aku pikir hal-hal seperti ini bakal membosankan karena tidak ada drum dan rythm seperti itu tapi ternyata malam ini banyak magic," ungkap Andien.

Hasilnya, kegundahan Andien pun segera terjawab setelah sekitar 500 penonton memadati BBJ malam itu. Tercatat 11 lagu dipersembahkan keempat musisi tersebut dalam sajian musik jazz klasik.

Dengan improvisasi vokal dan permainan musik yang ciamik, mereka mampu menyihir penyuka musik jazz malam itu dengan sajian repertoar seperti "Honeysuckle Rose", "Is You Is or Is You Ain't My Baby", "Invitation", "Sunburst", "My Favorite Things", "Falling Grace", "Blue Bosba", "So Many Stars", "Static Motion" (disajikan dengan harp gitar), "Wouldn't It Be Loverly", dan Waters Of Marcn". (C7-09)