Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Tompi Bawa "Sin Lahe Laheu" ke Perancis
Sabtu, 19 Desember 2009 | 15:32 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/IRFAN MAULLANA
Tompi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Berkat album lama Tompi (31) bersama grup Bali Lounge, yang sampai ke telinga teman-temannya di Paris, Perancis, vokalis pop dan jazz tersebut ditawari membuat sebuah album yang beredar di dalam dan luar Tanah Air.

"Idenya dari teman-teman dari Perancis. Mereka sempat dengar album Bali Lounge," cerita Tompi ketika ditemui di sela shooting klip video "Let Me Take Your Heart (Sin Lahe Laheu)", di Jakarta, Jumat (18/12/2009).

Dari ketertarikan mereka, yang berasal dari kalangan pemusik di Negeri Menara Eiffel tersebut, tak butuh waktu lama, Tompi menerima tawaran itu. "Mereka tawarkan saya proyek album 'Paris-Jakarta Express' dan, oke, saya setuju buat proyek ini," terangnya.

Tompi, yang mengonsep album tersebut, mengangkat unsur-unsur etnik dari Indonesia. "Sin Lahe Laheu", contohnya, merupakan judul single pertama album itu dalam bahasa Aceh, dari mana Tompi berasal.

Dengan konsep itu, ia sekaligus ingin menyentil para penikmat musiknya. "Dari dulu, musik yang saya kerjain enggak selalu membuat sesuatu yang baru. Tapi, saya membuat sesuatu yang enggak pernah dilirik orang. Seperti 'Si Jali-Jali' dan 'Dinding Badinding' itu kan bukan sesuatu yang baru. Ya, sekalian juga mau menyentil orang supaya aware sama budaya," ujar pemilik nama asli Teuku Adi Fitrian, yang lahir di Lhokseumawe, ini.

Dengan konsep tersebut, Tompi mengaku nekat melawan arus. "Album ini lebih nekat, karena kami enggak melihat sisi komersial. Kalau dibandingkan dari album-album saya sebelumnya, album ini pasti beda, karena saya bikin lagu-lagu etnik Indonesia. Tapi, ini bukan berarti saya akan go international dengan jual album ini di Perancis," ujarnya lagi.

Untuk klip video "Let Me Take Your Heart (Sin Lahe Laheu)", ditampilkan beberapa tarian dari negeri ini. "Konsepnya, saya mencoba angkat budaya Indonesia lewat penari-penari kayak tari Topeng, tari Betawi," kata Tompi. Ia sengaja tidak memasukkan budaya Bali ke klip video tersebut. "Karena, Bali sudah terkenal. Bahkan, orang di luar lebih mengenal Bali. Makanya, saya mengangkat budaya-budaya yang lain," terangnya.

Tompi berharap, album "Jakarta-Paris Express" bisa segera dirilis. "Mudah-mudahan pertengahan tahun depan bisa rilis. Album ini juga bakal dirilis di Perancis," terangnya lagi.

Sehubungan dengan rilis album tersebut, ia dan teman-temannya akan pula mengadakan sebuah konser di Paris. "Yang menarik, kami akan perform dengan konsep budaya. Mereka (para warga Perancis) tidak menikmati musik saja, tapi juga menikmati budaya. Nanti, saya malah jadi seperti band pengiring penari, karena nanti akan banyak tari-tarian seperti tari Topeng. Mungkin, kami juga bakal tampilkan sampai ke Debus," pungkasnya. (C7-09)