Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Grass Rock: Dua Personel Muda Jadi Jembatan
Sabtu, 19 Desember 2009 | 20:12 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Mendiang vokalis Dayan ternyata meninggalkan pesan untuk rekan-rekannya dalam grup rock Grass Rock--Edi Kemput (gitar), Mandau (keyboard), Yudi (bas), dan Rere (drum). Ia berharap teman-teman bermusiknya itu meneruskan perjalanan Grass Rock, yang dibentuk pada 1984 dan merilis album pertama pada 1990. Ia berharap pula, Grass Rock bisa memberi pencerahan bagi industri musik Indonesia.   

Ditinggal pergi untuk selamanya oleh Dayan pada 1999, langkah Grass Rock sempat terpaksa terhenti. Diceritakan oleh Rere kepada Kompas.com, dalam rangka mewujudkan pesan Dayan, atas inisiatif Edi mereka berusaha bangkit lagi pada 2001 dengan merekrut vokalis Hendry George dari Palembang. "Kami rekaman di (perusahaan rekaman) Musica Studios waktu itu, menghasilkan 10 lagu. Kami banyak mengeksplorasi dan termasuk menerjemahkan karya-karya almarhum dengan mencoba membuat versi yang baru ketika itu," kata Rere.

Namun, kecenderungan industri musik kita ketika itu tidak berpihak kepada musik Grass Rock. Vokal Hendry dinilai oleh pihak perusahaan rekaman bersangkutan, "Kurang industri," kenang Edi. Mereka pun, lanjut Edi, diminta untuk mendapatkan pengganti Hendry. Ketika mereka meminta masukan dari Anang Hermansyah, penyanyi, pencipta lagu, pemain musik, dan produser musik itu pun mengatakan bahwa unsur vokal-lah yang tak menyatu dengan unsur-unsur lain musik mereka.

Grass Rock terpaksa harus nonaktif lagi. Tapi, teringat lagi akan harapan Dayan kepada Grass Rock, pada awal 2009 mereka bergerak kembali. Dua personel muda mereka gandeng--Hans Sinjal dan Ersta Strya Nugraha. Hans menggantikan Dayan, sedangkan Ersta menjadi pemain bas karena Yudi dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya berlelah-lelah bermain musik.

***

Ersta Strya Nugraha masuk ke Grass Rock lewat Rere. Ia sering main untuk Yovie & Nuno dan Project Pop. "Saya tahu dia punya musikalitas yang bagus dan pandangan yang sama," kata Rere. "Kerena pernah bekerja sama dengan Mas Rere beberapa kali, saya jadi tidak kaku lagi. Apalagi, bas itu 'kawinnya' sama drum. Jadi, langsung klop. Paling, cuma menyesuaikan dengan idealisme Grass Rock saja, yang lebih ke rock klasik semacam Yes," ujar Ersta.

Lain kisah dengan perekrutan vokalis. "Kami cari penyanyi lewat audisi. Ketemulah Hans Sinjal ini, yang bisa mewakili kriteria di Grass Rock ini," ucap Edi. "Ya, saya tahu dari internet kalau Grass Rock saat itu membutuhkan vokalis. Saya coba hubungi Mas Rere via Facebook. Enggak lama saya dikasih CD dan diaudisi. Ternyata, saya diterima," terang Hans. "Karena itu, saya berusaha yang terbaik dengan menunjukkan karakter saya yang asli" imbuhnya. "Memang Grass Rock punya vokalis yang lama, tapi itu sudah lewat masanya. Nah, Hans ini enggak mungkin menyamai Dayan. Kami enggak akan memaksa dia untuk menyamai Dayan," timpal Edi.

Dengan formasi baru, Grass Rock mulai menjalani workshop untuk menghasilkan karya lagi. Tiga hit lama mereka, yaitu "Anak Rembulan", "Bersamamu", dan "Gadis Tersesat", mereka aransemen ulang; sedangkan "Matahari Sukma" dan "Lupakankah" merupakan lagu-lagu baru.

Lagu-lagu tersebut akan mereka masukkan ke dalam album baru mereka. Selain itu, dalam album tersebut akan ada pula lagu-lagu ciptaan Dayan yang sudah direkam dengan vokal Dayan, tapi hingga kini belum sempat dirilis.

***

Bersiap kembali ke industri musik Tanah Air, para personel lama Grass Rock mengaku masih memiliki semangat. Tapi, sekarang mereka memilih untuk bermusik dengan dewasa. "Dulu, kalau main gitar, kalau belum seperti Yngwie Malmstein rasanya belum puas. Nah, sekarang, enggak perlu seperti itu. Jadi, kalau orang mendengarkan, akan menilai, 'Oh ini sudah dewasa'. Tapi, spirit-nya masih spirit rock," tandas Edi.

Sebelum album baru mereka keluar, Grass Rock akan rajin manggung untuk mengingatkan kepada para penggemar lama bahwa mereka masih ada dan mengenalkan diri kepada para pendengar baru. Mereka berharap nanti bisa merebut hati generasi-generasi yang berbeda. "Dengan adanya mereka (Hans dan Ersta), kami justru terjembatani untuk menularkan musik kami, jadi enggak terlalu susah untuk masuk ke generasi di bawah kami," tutup Rere. (C7-09)