”Saya hampir dibilang orang ’murtad’. Saya tak pernah tahu tanah leluhur,” kata Landung, pekan lalu di Medan.
Ini merupakan hari bersejarah baginya. Dia berkali-kali berucap syukur. Menginjakkan kaki di Medan merupakan bagian dari mimpi hidupnya.
Seniman yang besar di Yogyakarta ini berada di Medan untuk promosi film "Sang Pemimpi". Dalam film ini dia berperan sebagai seorang guru bernama Pak Mustar, sosok guru yang ”galak”.
”Saya bangga bisa bermain di film ini. Banyak nilai kebaikan dari budaya lokal yang dapat menjadi kebanggaan nasional,” katanya.
Mengenakan kaus hitam dan celana jin, Landung berharap setiap orang mau berusaha memelihara mimpi untuk meraih cita-cita. Untuk mewujudkannya, dia menambahkan, orang tak harus pergi ke Jakarta.
”Anak-anak Belitong (contohnya), mereka mampu mewujudkan mimpi pergi ke Eropa...,” tutur Landung yang telah kehilangan logat Batak-nya itu. (NDY)