Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Marshanda Bantah Jual Hotel Keluarga karena Utang
Selasa, 26 Januari 2010 | 23:52 WIB
|
Share:
fiyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Berita yang menyebar di sejumlah media, yang menyebutkan bahwa penjualan Hotel Sofyan milik keluarga ibunya Marshanda terpaksa dijual karena terlilit masalah utang, sempat membuat bintang sinetron Marshanda gundah. 

Menurutnya, kabar itu tidaklah benar. "Saya mau mengklarifikasi dua hal, bahwa saya bukan  pewaris tunggal, tapi ada tujuh pewaris. Yang kedua, pemberitaan penjualan Sofjan Hotel Cikini dikarenakan saya dan mamah saya terlibat hutang, dan itu tidak benar," ucap Marshanda ditemui di Sofyan Hotel Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2010) malam. 

Diakui Marshanda, kalaupun ada proses jual beli hotel, itu tak lebih dari strategi bisnis dan dirinya tak ikut campur dengan urusan itu. "Aku belum masuk dalam jajaran direksi apalagi sampai pegang saham. Jadi mengerti aja enggak. Untuk bisa sampai ke direksi aja butuh waktu tujuh sampai delapan tahun," ujar Chaca, begitu ia disapa.

Riyanto Sofyan, kakak ibunda Marshanda, Riyanti Sofyan, membenarkan hal tersebut. "Marshanda tidak terlibat dalam hal penjualan, karena Marshanda hingga kini belum masuk dalam jajaran manajemen atau pemegang saham," tegas Riyanto selaku Komisaris dan Direksi PT Sofyan Hotel Cikini.

Mengenai alasan penjualan hotel milik keluarga itu, ujar Riyanto, lebih dikarenakan secara fisik bangunan Hotel Sofyan termasuk bangunan paling tua dibanding dengan hotel perseroan lainnya.  "Dan tentunya secara harga cocok," katanya.

Disebut-sebut, pihak pembeli (PT. Cempaka Wenang Jaya) berani membeli hotel tersebut dengan  harga mencapai Rp 45 Miliar.

Sadar bahwa berita yang beredar tak benar, Chaca mengaku tak mau ambil pusing. Ia justru banyak belajar dari pengalaman yang sudah-sudah,  "Sekarang aku santai aja karena sudah biasa diberitakan yang seperti itu.  Enggak hanya sekali aku mengalami itu, tapi bagaimana pun kalau enggak benar ya kita memang harus klarifikasi. Enggak usah dilihat sebagai beban," terang Chaca, yang kini  mulai menekuni bidang perhotelan. (C9-09)