Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Tio Pakusadewo: Bangganya Pakai Belangkon
Rabu, 10 Februari 2010 | 08:03 WIB
|
Share:
JAKARTA, KOMPAS.com - Mengenakan belangkon gaya Yogyakarta dan beskap hijau, Tio Pakusadewo (46) berdiri di tangga Bangsal Sewotomo, Pakualaman, Yogyakarta, Minggu (7/2).

Senja itu ia kebagian tugas menjadi among tamu pada acara Methuk Mantu dan Ngunduh Mantu putra Paku Alam IX.

Busana Jawa itu tak menutupi kepopulerannya. Maka, terdengarlah bisik-bisik sebagian perempuan hadirin, seperti ”Itu Tio Pakusadewo, ya?” atau ”Wah, ada Tio Pakusadewo”. Namun, orang yang dibicarakan seolah tak ambil peduli. Tio baru meninggalkan tugasnya saat acara dimulai. Bersama istri, dia menikmati gelaran tari bedhoyo tejonoto dan klono topeng.

Di sela tugas mengatur kelancaran resepsi, yang dihadiri Sultan Hamengku Buwono X, beberapa menteri, dan duta besar ini, ia membanggakan tradisi Jawa.

”Meski tidak berbusana Jawa pun, saya sering memakai belangkon,” kata Tio, anggota trah Pura Pakualaman ini.

Bagi Tio, belangkon adalah peninggalan nenek moyang yang patut dilestarikan. Oleh karena itu, pria yang membintangi sekitar 26 film ini prihatin pada lemahnya pelestarian budaya leluhur. Misalnya, untuk mengenal berbagai jenis konde saja, sebagian orang malas. Padahal, konde erat dengan budaya Jawa.

”Pakualaman perlu diperkenalkan. Kita harus ’menjogjakan’ Yogya,” ujarnya. (WKM)

Sumber :
Kompas Cetak