Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kala Ridho "Slank" Tergoda Rayuan Akting
Jumat, 26 Februari 2010 | 21:44 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah panggung musik dijajalnya, kini Mohammad Ridwan Hafiedz atau terkenal dengan nama Ridho, gitaris grup band Slank, memulai babak baru dalam kariernya.

Ya, Ridho kini berani memberanikan diri untuk terjun di dunia akting. Setelah terlibat proses penggarapan film Generasi Biru karya Garin Nugroho, Ridho berani unjuk gigi lewat film keduanya berjudul Safana. Demi tampil total, Ridho mengaku telah menghafal skrip dengan sangat serius.

Dalam film garapan sutradara Hornady Setiawan ini, Ridho berperan sebagai seorang petani bernama Sada. Apa yang mendorong Ridho untuk mau terlibat di film ini?  Berikut wawancara singkat Kompas.com dengan Ridho, di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2010) malam.

Kenapa mau terima tawaran main film ini?
"Pas lihat skripnya gue langsung tertarik, kebetulan di sini gue juga sebagai penata musik. Jujur, awal ditawarin main film ini gue menolak karena sejak awal kan gue ditawarin untuk ngisi soundtrack dan scoring music-nya. Gue bilang, gue enggak mau, gue minta duit bayaran gue untuk scoring music aja. Tapi gue dirayu terus. Lalu gue tanya sama istri gue. Istri gue bilang "baca aja dulu skenarionya."

Terus?
"Pas gue baca skripnya, agak ragu, 'bisa enggak yah?'   Tapi  di sini ada akting menangis dan itu jadi salah satu alasan gue main di sini. Gue enggak pernah menangis seperti ini, apa lagi menangis di depan umum dan direkam.

Katanya sudah ada beberapa tawaran film ditolak. Kenapa?
Main film kan lama banget. Kalau main musik, dua jam bisa selesai. Tapi di film kan bisa satu bulan. Itu yang bikin gue berat. Gue ingin coba seperti apa membaca skrip dengan sungguh-sungguh, reading, itu yang belum gue dapat. Ini pertama gue baca skrip yang sampai benar-benar banget. Serius banget, yang paling gue rasakan. Gue harus nikmati peran ini, skenario ini dan intonasi berbicara.

Bukan karena alasan materi?

Bukan. Memang uangnya lumayan. Tapi terlepas dari itu, di sini gue akan ketemu banyak orang-orang baru. Kebetulan gue senang belajar sama siapa aja. Ini juga bahan gue untuk lebih menghargai artis-artis Indonesia.

Kabarnya istri tengah hamil 9 bulan?
Harus diamini, ini mungkin memang rezeki buat anak gue. Istri gue mau lahiran, gue dapet kerjaan. Sebenarnya bukan kerjaan ini saja, ada beberapa proyek lagi. Rezeki itu enggak ke mana-ke mana. Gue pikir ini rezeki untuk istri gue, di samping rezeki dari Slank susah karena Slank susah dapet izin manggung.

Bagaimana denga jadwal Slank sendiri?
Semua sudah ada jadwalnya, sama seperti gue bilang tadi, kalau main musik kan enggak banyak makan waktu, kalau main film bisa berhari-hari. (C9-09)