Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Dibantai Sang Kolektor
Selasa, 16 Maret 2010 | 07:24 WIB
|
Share:
The Collector

THE COLLECTOR
SUTRADARA: Marcus Dunstan, PENULIS SKENARIO: Marcus Dunstan, Patrick Melton, GENRE: Thriller,  PEMAIN: Josh Stewart, Madeline Zima, Karley Scott Collins, Andrea Roth, Robert Wisdom

Sebuah rumah menjadi ladang pembantaian. Sang pelaku menjadikan korbannya sebagai mainan. Satu per satu mereka dihabisi hanya untuk memuaskan nafsu sang pembantai. Dialah The Collector.  

Inilah suguhan cerita yang disodorkan sutradara Marcus Dunstan dan penulis Patrick Melton (kreator Saw IV, Saw V, dan Saw VI) lewat film The Collector. Sedari awal, Dunstan menghadirkan teror itu tanpa jeda. Penonton seperti tak diberi kesempatan untuk menghela napas walau hanya sesaat.     

Teror itu datang dengan sebuah pertanda. Calon korban "dihadiahi" sebuah kotak besar. Isinya? Sesosok manusia yang dibiarkan babak belur. Inilah yang dijadikan sebagai umpan dari sebuah permainan yang tengah dijalaninya.

Ya, Sang Kolektor mencoba menyusup dalam kehidupan seorang teknisi dan juga mantan narapidana bernama Atkin (Josh Stewart) yang tengah kelimpungan membayar utang mantan istrinya. Ia bingung. Karena dikejar utang dan keinginan memperbaiki hubungan dengan mantan istrinya, ia pun memutuskan melakukan aksi perampokan di sebuah rumah milik keluarga kaya raya, Michael, yang hendak berlibur.   

Sial ketika kesempatan itu datang, Sang Kolektor justru telah mendahuluinya dengan membuat permainan yang tak kalah bengis. Si pemilik rumah "dikerjai", mereka disekap dan dijadikan sandera. Atkin, yang telah terjebak di rumah itu, mau tak mau menjadi bagian dari permainan si pelaku. Tak mau menjadi korban fitnah, Atkin akhirnya melibatkan diri dalam permainan Sang Kolektor. Berhasilkah Atkin melampiaskan impiannya mendapatkan perhiasan berharga milik keluarga Michael atau justru ia yang menjadi korban permainan Sang Kolektor?

The Collector menghadirkan kekerasan yang vulgar. Kurang pas jika Anda menonton bersama anak-anak di bawah umur.  Secara cerita, skenario yang ditulis Dunsten dan Melton rada kedodoran dan terlalu bertele-tele. Pola cerita yang dihadirkan nyaris seragam dengan apa yang pernah disodorkan Melton dalam film Saw.  

Meski begitu, pada akhir cerita, penonton justru diberikan suguhan yang cukup mengejutkan dan membuat penonton makin gemas dan membuat kian penasaran. Adakah The Collector mengikuti jejak Saw?  (EH)