Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
PETA Tentang Rencana Mike Tyson
Senin, 22 Maret 2010 | 11:19 WIB
|
Share:

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Rencana mantan jawara tinju kelas berat dunia, Mike Tyson, untuk menjadi host sebuah acara reality show yang menampilkan balapan merpati telah memancing reaksi.      

Adalah People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), organinasi pejuang hak-hak binatang, yang menentang secara keras terhadap rencana tersebut. Mereka bahkan meminta pihak berwenang di kawasan Brooklyn untuk mencekal program tayangan "Taking on Tyson" yang akan disiarkan untuk Animal Planet itu.

Pihak PETA mengatakan bahwa acara ini sangatlah kejam karena mengeksploitasi merpati dan mengagung-agungkan olahraga yang sangat kejam.

"Ini sudah jelas kejam," ujar penasihat umum PETA, Jeffrey Kerr. "Burung-burung itu sering hilang dalam badai, terluka, atau kelelahan sehingga mereka tidak dapat terbang. Sekarang, mereka malah dilombakan," ungkapnya lagi.

Menurut Kerr, acara tersebut mungkin juga mencemooh undang-undang antiperjudian di New York. "Balap merpati sebuah industri yang melibatkan perjudian. Itu sebabnya orang melakukannya demi mendapatkan uang," kata Kerr.

Oleh karenanya, Kerr bersikeras agar Jaksa Wilayah Brooklyn Charles Hynes, tempat di mana pertunjukan itu berlangsung, tak memberikan izin terhadap pelaksanaan kegiatan semacam itu.

Sementara itu, juru bicara Hynes, Yunus Bruno, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat protes. "Kami sedang mempelajarinya," kata Bruno.

Menanggapi adanya protes dari PETA, juru bicara Animal Planet, Kollappallil, mengatakan bahwa apa yang dituduhkan PETA tidaklah berdasar. "Tidak pernah ada rencana untuk taruhan di ajang balapan merpati," katanya. "Burung-burung justru akan dihargai dan dihormati oleh pemiliknya, termasuk Mr Tyson," tambahnya.

Ada atau tidak ada protes dari PETA, acara ini akan terus berjalan. Shooting akan dilakukan di Brooklyn bulan depan dan dijadwalkan akan disiarkan mulai tahun depan.

Sementara itu, Tyson mengaku sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Dia mengaku bahwa hampir selama hidupnya ia merawat merpati, tetapi belum pernah melakukan adu balap merpati. "Kami mencintai burung ini," kata Tyson. "Rasanya senang bisa naik kembali ke atap kota yang menjadi tempat bagi saya pernah memulai semuanya," ujar petinju yang pernah dijuluki "Si Leher Beton" itu. (nydailynews/EH) 

Sumber :
nydailynews