Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
ESQI:EF: Live Bikin Sangat Happy
Kamis, 27 Mei 2010 | 11:48 WIB
|
Share:
BANAR FIL ARDHI
Syaharani dan Didit Saad tampil dalam peluncuran album Anytime, yang merupakan album baru grup mereka, ESQI:EF Syaharani & Queenfireworks, di Jakarta, 26 Mei 2010.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com -- Syaharani, yang selama ini dikenal sebagai vokalis jazz, dengan nama grup ESQI:EF (Syaharani & Queenfireworks) manggung live dalam peluncuran album baru alias album kedua mereka, Anytime, pada Rabu (26/5/2010) malam di Jakarta. Pemilik nama pendek Rani ini mengaku lebih suka menyuguhkan musik live di panggung. 

"Pada dasarnya, kami live band. Jadi, kami itu manusia yang sangat happy kalau main live," kata Rani ketika diwawancara di tempat acara peluncuran album Anytime, di Blacksteer, FX, Jakarta Selatan. 

Di pentas, ESQI:EF tampil dengan formasi Rani (vokal), Didit Saad (gitar), Donny Suhendra (gitar), Fajar trias (keyboard), Ian Ingram (terompet), Kristian Dharma (bas), dan Sirhan M Bahasuan (drum), serta diperkuat oleh Marwan (terompet) dan Iwano "Coconut Tree" (keyboard dan perkusi). Mereka menyajikan 12 (semua) nomor dari album Anyway--"Kiranya", "Mungkin (Katakan)", "Kekasih Palsu", "Jangan Lagi Datang", "Sayang Sayang Sayang" versi retro dance, "Cancellation No More", "Apa? Apa? Apa?", "Anytime", "So Far Away (Again Again Agaim)", "Sayang Sayang Sayang" versi orisinal, "De'dia", dan "Picnic to the Sky"--serta "Kemarin", yang merupakan hit dari album pertama ESQI:EF, Buat Kamu (2006). Musik mereka, menurut Rani, merupakan musik crossover yang cozy, ramah telinga, dan bisa dinikmati kapan saja.   

Dituturkan oleh Rani, permainan ESQI:EF di panggung berbeda dengan yang ada dalam album. "Pemain live itu memang tidak bisa dibatasi," katanya. Namun, sambungnya, improvisasi mereka kali ini cuma sedikit. "Ini kan cuma presentasi album," katanya lagi.  

Terang Rani, ESQI;EF juga melakukan hal yang sama dalam studio rekaman. Musik live akrab selama proses penggarapan album Anytime. "Kalau zaman sekarang, bermusik dengan komputer itu gampang. Tapi, rasanya akan terdengar seperti musik (games) Mario Bross," ucapnya. "Kami masih menggunakan alat rekam, tapi mental kami dibentuk untuk bermain live. Dan, kalau salah (main musik atau nyanyi), kami tetap ulang seluruh lagu, bukan dicacah, disambung-sambung, karena feel-nya enggak akan nyambung. Jadi, kami tetap memberi live music dalam album," paparnya. 

Namun, menurut Rani, ESQI:EF tak menutup kemungkinan untuk juga tampil secara minus one jika diperlukan dalam rangka keperluan promosi album baru mereka melalui program musik layar kaca. "Saya tidak memasalahkan untuk tampil secara minus one, kalau memang diperlukan. Kami tidak akan memaksakan tampil live kalau kondisinya tidak memungkinkan," terangnya. (FAN/ATI)