Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Skandal Video Seks Kakak Ariel Minta Maaf
Eko Hendrawan Sofyan | Kamis, 17 Juni 2010 | 17:41 WIB
|
Share:
Reuters
Indonesias pop singer Nazril "Ariel" Irham (R) and his television star girlfriend Luna Maya speak during an exclusive interview with TVONE station in Jakarta June 14, 2010 in this frame grab taken on June 15, 2010, over the controversial release of video clips appearing to show the top starlets having sex. The clips have sparked renewed calls for tighter Internet controls in majority-Muslim Indonesia and more use of a controversial anti-pornography law. The stars have denied it is them in the clips.

BANDUNG, KOMPAS.com — Mewakili pihak keluarga, Nazlin Fachridzal, kakak kandung penyanyi Nazriel Irham alias Ariel, menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh bangsa Indonesia dan menyesalkan tindakan tersebut jika benar adiknya terlibat dalam video mesum itu. 

Ucapan tersebut disampaikan saat menemui perwakilan dari Forum Umat Islam (FUI) yang berunjuk rasa di kediamannya, di kawasan Jalan Tanjungsari, Bandung, Kamis (17/6/2010).

"Keluarga sangat tidak setuju dengan perilaku demikian," ungkap Nazlin seraya mengajak masyarakat untuk tidak berbuat anarki dan tetap mengikuti proses hukum yang sedang ditangani pihak kepolisian.

Saat aksi demo berlangsung, Ariel tidak berada di rumah tersebut. Bahkan, rumah berlantai dua itu terlihat sepi dan hanya dihuni oleh Nazlin.

Seorang petugas keamanan kompleks yang enggan disebut namanya mengatakan,   sudah sejak lama dirinya tidak melihat sosok Ariel di kawasan tersebut. Di rumah tersebut, ia hanya sering melihat kakaknya.

Sedangkan orangtua Ariel dikabarkan sudah dipindahkan semenjak adanya peredaran video mesum mirip anaknya itu. "Orangtuanya kan sakit jantung. Jadi setelah ramai diisukan, mereka pindah ke rumah yang satu lagi," ungkap dia.

Sementara para tetangga Ariel merasa tidak terusik dengan keberadaan Ariel di lingkungannya. "Ah itu kan pribadi, masing-masing saja. Kami juga tidak mengusir Ariel dari lingkungan sini. Namun, jika terus ada unjuk rasa, kami tentunya takut terjadi apa-apa," ungkap Ny Egi, tetangga Ariel. (sob)

Sumber :
TRIBUN JABAR