

Oleh Fabiola Ponto
Seorang Franky Sahilatua selalu ada untuk siapa pun. Dia ada untuk pluralisme. Franky selalu bersama dengan kaum termajinalkan. Franky selalu ada bagi Gus Dur semasa hidup sampai wafatnya, bahkan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Karya-karya salah satu anak bangsa ini kerap memberi warna dan inspirasi bagi siapa pun. Karya-karyanya merupakan wujud kepedulian dia kepada sesama manusia. "Karya Mas Franky merupakan wujud nyata. Dia tidak hanya menunjukkan dukungan melalui demonstrasi," ujar Inayah, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid, saat penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Franky, Jumat (27/8) malam di Rumah Makan Hallo, Surabaya.
Oleh karena itu keluarga, rekan, dan kolega menggalang dana sebagai bentuk kepedulian dan wujud rasa sayang. Ini sebagai balas budi atas jasa Franky kepada rakyat Indonesia. "Ini yang bisa kami lakukan. Kami ingin menunjukkan bahwa kami ada untuk Mas Franky," kata Inayah.
Melalui cuplikan video, Franky yang sedang terbaring di rumah sakit di Singapura menceritakan kondisinya dengan singkat.
Dari tempat tidur, pencipta yang sering mengusung kritik sosial dalam lagu-lagunya itu menyebutkan bahwa salah satu penyebab sakitnya adalah gaya hidup tidak sehat. "Saya adalah contoh jelek dari kehidupan kesenian yang tidak menjaga kesehatan," tuturnya.
Pada 3 Agustus 2010, Franky menjalani operasi pertama untuk mengangkat tumor. Tidak berhenti di sana, perawatan untuk dia masih berlanjut.
Penyanyi dan pencipta lagu bernama Franky Hubert Sahilatua ini harus menjalani kemoterapi karena mengidap kanker sumsum tulang belakang. Penyakit dari keluhan di punggungnya sejak enam bulan lalu. Oleh karena itu, pengobatan Franky harus melalui empat tahap.
Perjuangan panjang
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, yang akrab dengan Franky, semula tidak memercayai suami Harwantiningrum itu sedang sakit. Dia adalah laki-laki yang tidak pernah menyerah pada sakit. "Saya tidak percaya sampai istrinya meyakinkan saya bahwa Franky memang sakit," tuturnya.
Bagi Saifullah, Franky yang dikenal sebagai penyanyi lagu balada tersebut merupakan sosok yang memiliki kepedulian begitu besar pada kemanusiaan dan tidak mengenal putus asa.
Perjuangan Franky masih panjang. Dia merasakan sakit dan harus tabah menjalani pengobatan bertahap. Salah satu sahabatnya, Peter Arohi, menganggap Franky sebagai sosok yang memberi inspirasi bagi banyak orang. "Dia mengingatkan bahwa manusia harus memberi makna dengan karyanya," ujar Peter.
Perjalanan masih panjang, Bung Franky. Janganlah patah semangat karena engkau menginspirasi kami dengan karya-karyamu yang tidak lekang oleh waktu. Seperti diceritakan Sawung Jabo, cuaca tidak mendukung saat penutupan sebuah festival di Salatiga dua tahun lalu. Hujan deras memaksa orang-orang berteduh. Namun, Franky hadir menutup acara dan menyanyikan lagu "Kemesraan". Orang-orang keluar untuk bernyanyi bersama.
"Suatu hari, di kala kita duduk di tepi pantai. Dan memandang, ombak di lautan yang kian menepi. Burung camar terbang bermain di derunya air. Suara alam ini hangatkan jiwa kita". Bung Franky, kau tidak sendiri.
