Kamis, 23 Oktober 2014
Talk Show Kick Andy Buat Dewi Motik Angkat Kaki
Senin, 24 Januari 2011 | 12:18 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Acara talkshow Kick Andy diterpa kabar tak sedap. Andy F Noya dituding mengeksploitasi pekerja seks komersial remaja. Ketua Kongres Wanita Indonesia Dewi Motik meninggalkan acara sambil mengecam pelaksanaan rekaman. Setelah itu, Andy mengusir sejumlah wanita pemerhati anak.

Insiden itu memang terjadi saat taping (rekaman) acara Kick Andy, Rabu (19/1/2011) malam. Topiknya "Ancaman Seks Bebas di Kalangan Remaja". Narasumber yang diundang antara lain seorang remaja perempuan pekerja seks komersial (PSK) berusia 16 tahun dan seorang remaja lelaki PSK berumur 19 tahun.

Kick Andy juga mengundang narasumber Elly Risman, pemimpin Yayasan Kita dan Buah Hati yang juga salah seorang pendiri organisasi perlindungan anak ASA Indonesia.

Seperti biasa, ada pula ratusan penonton acara dengan host Andy F Noya itu. Di antara penonton hadir pengurus ASA Indonesia Tatty Elmir dan Ketua Kongres Wanita Indonesia Dewi Motik. Dalam proses rekaman itu, terjadilah insiden atas Dewi Motik dan Tatty Elmir (yang juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Djakarta Public Society).

Insiden itu kemudian menjadi pembicaraan hangat di dunia maya setelah Tatty menulis dalam blognya, tattyelmir.wordpress.com, yang di-posting tanggal 20 Januari 2011.

Judul besarnya cukup menyentak: "Kisah di Balik Insiden Keluarnya Dewi Motik dan Diusirnya Saya oleh Andy F Noya dalam Kick Andy di Metro TV". Judul tersebut dilengkapi judul kecil: "Kami Tak Sudi Diperintah untuk Bertepuk Tangan atas Bencana yang Kami Tangisi".

Dalam tulisan itu, Tatty bercerita panjang lebar tentang insiden tersebut. Ia, antara lain, menulis bahwa kedatangannya dalam rekaman acara itu adalah untuk memberi dukungan kepada Elly Risman sebagai tokoh pejuang anak dan perempuan yang menginspirasi banyak orang serta layak menjadi teladan.

Namun, Tatty merasa kecewa karena Elly ternyata hanya mendapat sedikit kesempatan untuk berbicara mengenai apa yang disebutnya "bencana kemanusiaan" yaitu seks bebas di kalangan remaja.

Sesi pertama

Tatty menceritakan, pada sesi pertama Andy Noya menghadirkan seorang gadis remaja yang sejak usia 16 tahun sudah terbiasa melakukan seks bebas dan kini menjadi PSK.

"Kawan-kawan dari berbagai organisasi wanita di samping dan belakang saya mulai berbisik-bisik dan mengungkapkan kekecewaan, kenapa Andy justru meng-eksplor masalah keterjerumusannya, bukan alert tentang bahaya seks bebas dan pornografi. Banyak ungkapan miris si gadis justru ditanggapi dengan joke oleh Andy yang memberi kesan seolah membenarkan kebiasaan buruk si gadis", tulis Tatty.

Ia lebih kecewa lagi karena Elly Risman diperlakukan dengan kurang layak. "Ibu Elly Risman yang diundang sebagai narasumber ternyata hanya didudukkan di kursi audience, lalu ditanya singkat, tanpa mempertajam materi," tutur Tatty.

Apalagi, kata dia, sampai selesai wawancara dengan PSK remaja perempuan tersebut, tak sekali pun Andy menanyakan soal mudarat yang diterima si anak. "Semua pertanyaan hanya memancing jawaban yang seolah-olah memberikan pesan bahwa seks bebas adalah sesuatu yang lumrah bagi remaja, dan betapa mudahnya mencari uang dengan menjual diri," tulisnya.

Sesi dua

Meski kecewa, Tatty masih terus mengikuti acara itu. Namun, wawancara kedua Andy dengan narasumber PSK laki-laki berusia 19 tahun juga mengecewakannya. Ia mengaku benar-benar gelisah. Apalagi, setiap kali narasumber PSK itu usai mengobral cerita, penonton diminta bertepuk tangan.

Kemudian, tulis Tatty, "Saat break, Ketua Kowani Ibu Dewi Motik mengingatkan Andy bahwa sangat tak layak meminta orang bertepuk tangan untuk sesuatu yang memprihatinkan. Berulang-ulang beliau mengatakan merasa dizalimi. Saya juga meminta Andy untuk lebih memberi ruang kepada Bu Elly sebagai peringatan kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak melakukan kesalahan yang sama."

Ternyata, hal itu berbuntut dengan insiden pengusiran. Taty menulis, "Dewi Motik meninggalkan ruangan sembari mengucapkan kata-kata kurang lebih seperti ini, 'Maaf Andy, saya terpaksa meninggalkan ruangan ini karena saya dizalimi. Saya pikir yang jadi narasumber Ibu Elly, tapi ternyata Anda memaksa kami untuk bertepuk tangan di tengah cerita yang menyedihkan dari anak-anak PSK ini.'"

Menurut Taty, Andy Noya dengan wajah tegang mempersilakan Dewi Motik yang memang sudah melangkah pergi untuk meninggalkan ruangan. Saat itu sutradara mengingatkan, "Lihatlah acara ini dengan utuh."

Tatty sendiri masih bertahan. Ia berharap, acara akan berlangsung sesuai yang ia pikirkan. Namun, ia justru diminta pergi. "Tak dinyana tak diduga, eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang 'Ibu juga. Ibu harus pergi dari sini, kan Ibu sudah tak tahan kan. Ibu harus pergi. Ibu harus pergi!" tulis Tatty.

Di akhir tulisannya. Tatty menyayangkan acara yang dipandu Andy F Noya yang selama ini dikaguminya ternyata juga "mengikuti selera rendah pasar".

 

Sumber :
Warta Kota
Editor :
Heru Margianto