Kamis, 24 Juli 2014
Talk Show Klarifikasi Kick Andy Terkait "Insiden Dewi Motik"
Senin, 24 Januari 2011 | 12:32 WIB
|
Share:
www.kickandy.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Tulisan Direktur Eksekutif Djakarta Public Society Tatty Elmir di blognya tentang insiden Kick Andy dan Dewi Motik membuat Andy F Noya, host acara Kick Andy, menulis klarifikasi. Di situs www.kickandy.com, Andy menulis, "Tanggapan Andy F Noya atas Pengusiran Penonton di Kick Andy".

Penjelasan Andy begitu panjang lebar. Ia menulis sebanyak 21 poin tanggapan atas tulisan Tatty Elmir. Andy, antara lain, menjelaskan, Tatty dan Dewi Motik bukan penonton yang diundang langsung oleh tim Kick Andy (KA), melainkan penonton yang diundang Elly Risman, salah satu narasumber.

Dijelaskan pula bahwa KA terdiri atas enam segmen. Konklusi atau pesan moral biasanya disampaikan di segmen lima atau enam. Segmen awal untuk mengungkap fakta. Nah, insiden "pengusiran" itu terjadi setelah segmen tiga berakhir, alias pada saat proses rekaman baru separuh jalan.

Andy menulis, "Pada saat segmen tiga berakhir, di mana saat itu narasumber yang tampil adalah remaja pria (19 tahun) yang terjerumus dalam seks bebas dan bahkan seks komersial, tiba-tiba Ibu Dewi Motik yang hadir sebagai penonton yang diundang oleh Ibu Elly Risman melakukan interupsi. Dia mengatakan dia dizolimi dengan kehadiran anak remaja tersebut sembari menegaskan dia datang ke acara KA untuk mendengarkan Ibu Elly, bukan mendengarkan pernyataan narsum tersebut. Karena Ibu Dewi Motik (yang datang terlambat) berkali-kali menyatakan dia telah dizolimi, maka saya mempersilakan Ibu Dewi untuk meninggalkan studio jika dia merasa tidak nyaman dengan narsum yang sedang saya wawancarai."

Namun, rupanya kepergian Dewi masih ada buntutnya karena Tatty ikut tidak senang. Hal itu dituturkan Andy: "Tiba-tiba seorang penonton (Tatty Elmir) berdiri dan dengan suara lantang menyatakan hal sama dengan Ibu Dewi Motik. Dia mengatakan datang ke studio untuk mendengarkan Ibu Elly dan bukan untuk mendengarkan 'bualan' remaja tersebut. Kepada penonton tersebut saya menjelaskan agar dalam mengikuti rekaman malam itu sebaiknya melihatnva secara utuh, jangan sepotong-sepotong, agar bisa dipahami. Sebab, saat itu rekaman baru berjalan tiga segmen dari enam segmen. Saya melihat penonton tersebut tetap menunjukkan raut wajah tak senang. Maka, kepada penonton tersebut saya mengatakan, jika dia merasa terganggu, silakan meninggalkan studio."

Tentang pemberian porsi kepada Elly Risman yang terlalu sedikit, Andy menjelaskan bahwa kesimpulan itu terlalu dini karena acara baru separuh jalan.

Andi menulis, "Kesimpulan yang tentu terlalu dini mengingat acara baru berjalan tiga segmen dari enam segmen yang direncanakan. Dalam rundown yang kami siapkan, Ibu Elly sudah diplot untuk berbicara di tiga segmen (2, 4, dan 6). Hal ini juga sudah diketahui dan disetujui oleh Ibu Elly. Pada saat penonton tersebut protes soal ini, Ibu Elly baru berbicara satu segmen."

Mengenai candaannya yang dianggap tidak pantas, Andy menjelaskan bahwa hal itu dilakukannya agar narasumber merasa rileks menjawab pertanyaannya. "Saya harus mampu mencairkan suasana agar kedua remaja menjadi santai dan tidak merasa dihakimi di depan penonton," tuturnya.

Lalu tentang topik bahasan yang disebut "hanya semata-mata mengikuti selera pasar", Andy pun mengklarifikasi, "Perlu saya jelaskan, topik itu berangkat dari pertemuan tim KA dan Ibu Elly Risman yang datang ke Metro TV bersama sejumlah pengurus Yayasan Kita dan Buah Hati. Dalam pertemuan itu Ibu Elly menyampaikan kerisauannya atas semakin merebaknya pornografi di kalangan anak-anak dan remaja. Ibu Elly mengharapkan dukungan KA untuk memerangi pornografi di kalangan anak dan remaja. Gerakan semacam itu sangat sejalan dengan "roh" KA. Maka, dari pertemuan itu, lahir komitmen antara tim KA dan Tim Yayasan Kita dan Buah Hati untuk bersama-sama melakukan gerakan perlawanan terhadap pornografi, terutama di kalangan anak-anak dan remaja."

Di akhir tulisannya, Andy menyatakan bahwa ia dan tim KA mencoba melihat persoalan ini dari sisi positif, yakni agar mereka lebih berhati-hati di kemudian hari.

Hingga Minggu (23/1/2011) malam, kabar tentang "pengusiran" di acara Kick Andy itu masih menjadi pembicaraan hangat. Tentunya masyarakat masih menunggu seperti apa hasil akhir yang ditayangkan di acara Kick Andy yang biasa muncul di layar kaca hari Jumat pukul 21.30 itu. Siaran ulangnya biasa diputar hari Minggu pukul 14.30.

 

Sumber :
Warta Kota
Editor :
Heru Margianto