Selasa, 29 Juli 2014
10 Film Drama Terbaik yang Mengubah Karakter I
Senin, 7 Februari 2011 | 17:18 WIB
|
Share:
I Am Sam

JAKARTA, KOMPAS.com -- Film tak hanya menyuguhkan hiburan semata. Di mata kompasianer Saumiere film juga menyisipkan pesan yang indah. Di sela kesibukannya sebagai  aktivis, creativepreneur, seorang graphic designer, web master dan freelance author, yang juga kuliah ekonomi, ia mencoba menyampaikan pendapatnya mengenai sejumlah film bergenre drama yang dianggapnya bisa mengubah karakter.

Lewat tulisannya di blog Kompasiana, Kompasianer yang bergabung sejak 17 Juni 2009 ini, menyajikan sedikit ulasannya.  

*** Actually, tulisan ini terinspirasi gara-gara minggu ini saya nonton film garapan Adam Shankman yang berjudul Walk To Remember yang dibintangi aktris choice Mandy Moore, dan juga gara-gara tv kabel rumah berkali-kali menayangkan film I Am Sam dan My Sister Keepers.

Dua-duanya membuat hati mengharu biru, dan berkeyakinan bahwa ada tayangan-tayangan berkualitas bagus yang harus ditonton dan harus direkomendasikan kepada orang-orang.

Saya bukannya mau sok seperti Oprah Winfrey yang suka memberikan rekomendasi buku dan film bagus kepada pemirsanya dan bukan ingin membuat event sekaliber Academy Award yang memberikan penghargaan prestisius kepada para sineas yang telah membuat film berkualitas Oscar.

Postingan ini lebih didasari pada keprihatinan yang mendalam mengenai tidak adanya tayangan primetime yang bagus dan mendidik kepada generasi muda. Sesungguhnya hati ini miris menyaksikan tontotan-tontonan di tv swasta yang sangat-sangat tidak mendidik, terutama sinetron yang bukannya mengajari hal yang bagus, tetapi mengajari anak-anak remaja terutama berbuat kejam terhadap teman-temannya hanya karena hal sepele. Hal inilah yang akhirnya membuat saya harus menulis review film-film terbaik yang menginspirasi dan membentuk karakter.

Film-film yang saya review adalah film yang tayang pada saat saya sudah mengenal film, artinya yang tayang pada saat bumi sudah mendekati akhir dan awal millenim baru, jadi ya sekitar tahun 90-2000an lah. Film-film terbaik yang saya review berkutat pada pencarian jati diri, mengejar impian dan juga mengenai cinta dan kehidupan keluarga serta kepedulian terhadap sesama. Dijamin film ini bakalan mengubah preferensi Anda saat ini.

A Walk To Remember

Film pertama yang mendapat predikat film terbaik adalah film garapan sutradara Adam Shankman mengenai kehidupan Jemmie Sullivan, gadis katolik yang teguh memegang iman, tidak ikut arus dan memiliki kepribadian dan karakter yang kuat dalam dirinya. Takdir mempertemukan Jemmie dengan London Carter, pemuda tampan yang populer di sekolah, yang emoh dengan kegiatan sosial dan hanya mengenal senang-senang.

Kehidupan London berubah 180 derajat setelah mengenal Jemmie dalam sebuah kegiatan sosial yang harus dijalani London akibat keteledorannya membiarkan calon anggota enk jatuh dari tiang ke danau dengan ketinggian 100m.

Jemmie yang diperankan dengan sangat gemilang oleh aktris Mandy Moore membuat kesan Jemmie yang pemalu, beriman, dan tidak luruh dalam hingar bingar kehidupan SMU menjadi hidup. Jammie adalah karakter favorit di film ini. Memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kegemarannya adalah menyanyi dan mengamati pergerakan bintang-bintang melalui teleskop kepunyaannya.

Pembaca akan disuguhi jalur cerita yang menarik karena film ini diangkat dari novel karya penulis kenamaan Nicholas Sparks. Selain itu suara emas Mandy Moore dalam lagu yang kebanyakan menjadi soundtrack film ini, akan memanjakan telinga pembaca. Dan satu lagi film ini juga mengharu biru, karena Jemmie harus meninggal karena kanker yang dideritanya.

I Am Sam Orang-orang dengan keterbelakangan mental yang kita kenal biasanya tidak memiliki harapan hidup yang berarti dalam kehidupan mereka, namun Sean Penn mampu menghapus imaji keliru itu.

Berperan sebagai Sam Dawson, orang yang memiliki keterbelakangan mental (dissability disorder) ternyata mampu membesarkan seorang gadis kecil yang tumbuh menjadi gadis cerdas dan berbakat di sekolah. Sam Dawson juga mampu memiliki penghasilan dengan bekerja di coffeshop Starbucks sebagai pramusaji.

Kehidupan Sam dan anak kecilnya yang bernama Lucy (diperankan oleh Dakota Fanning) terganggu tatkala hakim setempat menyatakan Sam tidak akan mampu mengasuh Lucy karena keterbelakangannya. Pengadilan setempat memutuskan jikalau Lucy harus tinggal di Foster Care untuk diadopsi oleh orang lain.

Seketika itu juga Sam Dawson harus bekerja keras meyakinkan orang-orang yang tidak mengerti dirinya, bahwa dirinya mencintai Lucy, dan mampu membesarkannya secara normal. Dalam perjalanannya memperjuangkan hak asuh lucy, Sam bertemu dengan pengacara terkenal yang tidak pernah kalah Rita Williams yang diperankan oleh Michelle Pfifer.

Dalam perjuangan memenangkan kasus ini, Rita yang menjadi pengacara top ternyata menyadari bahwa kesempurnaan karirnya ternyata tidak berbanding lurus dengan kehidupan pribadi, suaminya selingkuh dan anak nya tidak pernah mau mendengarkan omongannya. Yang saya suka dari film ini adalah kegigihan Sam Dawson, bahwa walaupun ia memiliki keterbelakangan mental dia bisa berusaha keras membesarkan putri semata wayangnya, Lucy.

bersambung...

Sumber :
Kompasiana
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan