Senin, 22 Desember 2014
Televisi Polisi Cakep-cakep Itu Kini Siaran
Minggu, 6 Maret 2011 | 12:03 WIB
|
Share:
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Petugas Korps Lantas Polri menginformasikan kondisi arus lalu lintas di sejumlah daerah yang dibaca melalui kamera CCTV di Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2011). Kegiatan tersebut disiarkan langsung Metro TV.

ARYO WISANGGENI G

Polisi yang cakep-cakep itu kini tampil di layar televisi untuk memberi info tentang situasi lalu lintas. Dan rupanya pemirsa terkesan.

Mata Ajun Komisaris Desmont Harjendro Agitson Putra terpejam, badannya sedikit membungkuk agar sang perias tidak kesulitan mengusapkan bedak ke wajah Desmont. Ketika digoda apakah merias wajah seperti itu diajarkan di Akademi Kepolisian, taruna Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia angkatan 1997 itu tertawa terbahak.

”Ya enggaklah. Kalau lagi pendidikan, bisa-bisa malah tidak mandi dua hari,” katanya terkekeh.

Badannya sedikit membungkuk lagi, menyambut kuas pencerah bibir yang ada di tangan Anna. Seperti setiap penyiar televisi lainnya, Desmont harus rela berpoles bedak demi wajah yang cerah dan ber-lipgloss demi bibir yang tidak pucat.

Lalu, Desmont mengambil sabak elektronik dari meja, mempelajari data situasi lalu lintas yang harus ia laporkan dalam program 8 Eleven Show MetroTV, Rabu (2/3/2011) pagi.

”Pak Des siap ya, sehabis berita ini langsung, presenter di studio Prabu Revolusi,” terdengar teriakan dari belakang ruang pemantauan National Traffic Management Center (NTMC) Korps Polisi Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia di Gedung Pusat Data Lalu Lintas, Jalan Letjen MT Haryono, Jakarta.

”Oke,” sahut Desmont sambil membetulkan earphone handsfree di telinganya. Ia berdiri tegak di depan kamera, menanti sapaan Prabu dari studio MetroTV di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Beberapa detik kemudian, ia berbicara kepada kamera di depannya, ”Ya Prabu, pagi hari ini kita langsung mengarah ke wilayah Bali di simpang Jalan Cokroaminoto….” Luwes ia melaporkan situasi kemacetan di Bali, Sidoarjo, Yogyakarta, Kosambi, sampai jalan dalam kota Jakarta dan Tangerang. ”Saya sendiri tidak pernah membayangkan akan didandani seperti itu,” katanya seusai siaran langsungnya.

”Susah ternyata menjadi penyiar. Apa yang dipikirkan di awal acara sering kali terlupa saat laporan dimulai,” kata perwira yang sehari-hari bertugas di bagian registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor Pusat Data Lalu Lintas itu.

Selain Desmont, ada lima polisi lalu lintas lainnya yang secara rutin bertugas melaporkan situasi lalu lintas dalam siaran MetroTV.

 

Artikel selengkapnya, baca Kompas Cetak Minggu (6 Maret 2011), halaman 15.



Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Heru Margianto