Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Konser Achmad Albar Bawa "Perawan" ke Panggung
Penulis : Irfan Maullana | Senin, 18 April 2011 | 16:05 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Achmad Albar

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari sederet band yang tampil dalam konser peduli Jepang, Unite for Japan, boleh jadi grup legendaris God Bless yang paling ditunggu-tunggu. Kira-kira 100 penonton, termasuk para penyumbang dana, yang memadati Hard Rock Cafe Jakarta, Minggu (17/4/2011) malam, memberi sambutan hangat bagi band yang terdiri dari Achmad Albar alias Iyek (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Abadi Soesman (keyboard), dan Yaya Moektio (drum) itu.

God Bless membuka penampilan mereka dengan lagu "Kehidupan". Karena banyak artis musik yang harus mendapat giliran beraksi, dari pukul 13.00 hingga Senin (18/4/2011) pukul 01.00 WIB, God Bless hanya kebagian waktu untuk membawakan dua lagu lagi, yaitu "Rumah Kita" dan "Semut Hitam". Tentu saja, para penonton tak menyerah begitu saja untuk berhenti menikmati sajian mereka dengan ikut bernyanyi. "Lagi... lagi... lagi...," seru para penonton.

Sesudah mendapat lampu hijau dari penyelenggara Unite for Japan, God Bless langsung memberi dua lagu tambahan untuk para penonton. Mula-mula, mengalun lah "Syair Kehidupan". Kemudian, "Karena kalian masih asyik bernyanyi bersama, berikutnya lagu yang dibuat tahun 1977," tutur Iyek. "Sudah lahir belum (pada 1977)?" tambah lagi dengan canda.

"Panggung Sandiwara" pun meluncur. Para penonton turut bernyanyi lagi. Tetapi, pada pertengahan lagu, para penonton tiba-tiba tertawa. Betapa tidak? Iyek memelesetkan kata "peranan" menjadi "perawan" dalam lirik "Panggung Sandiwara". "Setiap insan dapat satu 'perawan', yang harus kita mainkan. Ada 'perawan' wajar, ada 'perawan' berpura-pura," lantunnya.

Editor :
Ati Kamil