Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Batik dalam Layar Nia Dinata
Eko Hendrawan Sofyan | Rabu, 20 April 2011 | 07:59 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com -- Rupanya belum ada film yang khusus menceritakan keindahan batik Indonesia. Sutradara dan produser film Nia Dinata (40) tidak berhenti dibuat gelisah. Dia mulai membuat sebuah film dokumenter tentang batik. Film ini diharapkan menjadi sebuah dokumentasi yang komplet untuk mengabadikan keragaman corak batik di Indonesia berikut cerita di balik pembuatannya.

Sekarang saya juga berusaha seimbang antara membuat film komersial dan dokumenter
-- Nia Dinata

Untuk proyek ini, Nia sudah melakukan riset sejak Januari 2011. ”Saya sudah melakukan riset di beberapa sentra batik, seperti Pekalongan, Yogyakarta, dan Solo,” katanya saat ditemui dalam acara ”Global Social Change Film Festival and Institute 2011”, sebuah festival film dokumenter di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, pekan lalu.

Sutradara beberapa film—antara lain Ca Bau Kan (2002), Arisan! (2003), dan Berbagi Suami (2006)—ini menilai sebuah pesan dapat lebih tersampaikan melalui film dokumenter. ”Sekarang saya juga berusaha seimbang antara membuat film komersial dan dokumenter,” tutur Nia menambahkan.

Beberapa film dokumenter yang diproduseri atau disutradarai Nia mendapat perhatian publik. Sebut saja Perempuan Punya Cerita (2008), Pertaruhan (2009), dan Working Girls (2010).

Melalui film tentang batik, Nia ingin mengajak warga Indonesia lebih bangga memiliki batik serta menghargainya.
(DEN)

Sumber :
Kompas Cetak