Selasa, 26 Mei 2015

Entertainment

Kill the DJ: Negara dalam Bahaya

Kamis, 8 September 2011 | 09:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -- Marzuki Mohamad (36) alias Kill the DJ gelisah. Penyebabnya, dia melihat berbagai persoalan membelit negeri ini. Kegelisahannya itu ia tunjukkan dalam lagu "Negara dalam Keadaan Bahaya", yang akan diluncurkan pada 9 September.

Tidak bisa ditawar lagi, semua segi kehidupan berbangsa dan bernegara memerlukan perbaikan, mulai dari hukum, sosial, sampai politik. Apalagi banyak politikus kehilangan moralnya.

Pendiri Jogja Hip Hop Foundation, grup hip hop berbahasa Jawa, tersebut menegaskan, dia tidak bermaksud mengutuk situasi. Dia juga enggan melontarkan pendapat melalui media dan jejaring sosial. ”Aku lebih suka menyampaikannya lewat lagu,” katanya.

Tidak perlu jauh-jauh, apalagi bicara panjang lebar. Contoh saja, poin-poin dalam Pancasila. Dari sila pertama sampai kelima, apakah semua diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

”Kalau menurut aku sih enggak lagi, seperti keadilan sosial dan Bhinneka Tunggal Ika makin menghilang,” ujar Marzuki, yang akan meramaikan peluncuran KompasTV hari Jumat (9/9/2011).

Dalam peluncuran KompasTV itu, dia diminta merespon lagu Nidji, ”Bukan Maha Cinta”. Tentu saja setiap orang memiliki persepsi berbeda tentang konsep ketuhanan. ”Lihat saja nanti. Tunggu surprise sajalah,” katanya. (BEE)

Editor : Eko Hendrawan Sofyan
Sumber: