Kamis, 23 Oktober 2014
FFI Lewat "Sang Penari", Prisia Menangkan Piala Citra
Penulis : Irfan Maullana | Minggu, 11 Desember 2011 | 07:48 WIB
|
Share:
DOK KOMPAS.com
Prisia Nasution (pemeran Srintil) dan Oka Antara (Rasus) pada poster film Sang Penari

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru pertama menjajal layar lebar di film Sang Penari, artis peran Prisia Nasution langsung diganjar Piala Citra untuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik. Perempuan yang akrab disapa Pia ini, merasa akting beraninya di film karya sutradara muda Ifa Isfansyah itu pun terbayar tuntas setelah Piala Citra di genggaman tangan.

"Aku enggak lihat buka-bukaan sebagai konsekuensi. Aku lihat sebagai bagian adegan. Jadi apapun yang saya lakukan kemarin alhamdulillah terbayar," kata Prisia dalam wawancara di malam anugerah Piala Citra 2011, yang dilangsungkan di Hall D1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2011).

Pricia bahkan tak mengira akan mengalahkan nomine lainnya, seperti Dinda Hauw, Fanny Fabriana, Gita Novalista, dan Salma Paramitha. "Pasti senang bersyukur juga, masih enggak percaya sih, alhamdulillah ini film pertama saya tapi sudah dapat penghargaan. Ini memotivasi untuk ke depannya membuat film supaya lebih baik lagi," kata Prisia.

"Saya lagi shooting di luar kota dan enggak ada TV, jadi di-sms-in dapat nominasi. Di suruh pulang pun ya sudah pulang cuma satu hari, jadi besok sudah harus balik lagi," lanjutnya.

Kemenangan tersebut diakui Prisia tak lepas dari penggemblengannya sebagai artis peran selama membintangi FTV. "FTV gak bisa diremehin itu ngebantu ngelatih kecepatan baca skenario kalau film aku lebih hati-hati. Kalau aku ambil film itu hati-hati banget," tekannya. "FTV ada keenakan sendiri, dan layar lebar kita bisa ngelatih diri," sambungnya.

Mendapatkan penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik, Prisia enggak menjadikannya sebagai beban. Enggak sih, kenapa itu harus dijadikan beban. Kalau mau dilihat jadi beban bisa, kalau mau dilihat jadi motivasi bisa. Tapi saya pilih yang kedua. selama ini aku sudah menunggu lama film yang mau dimainin dan alhamdulillah keluar juga. Penantian panjang itu terbayar juga," ujar Prisia.

Editor :
A. Wisnubrata