Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Andhika Pratama Akui Salah Menilai Pesantren
Ichsan Suhendra | Eko Hendrawan Sofyan | Jumat, 10 Februari 2012 | 10:43 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Andhika Pratama

JAKARTA, KOMPAS.com - Presenter dan penyanyi Andhika Pratama mengaku punya pengalaman menarik ketika ia menjalani proses shooting film Negeri 5 Menara di Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Suami dari penyanyi Ussy Sulistiawaty ini mengaku tersadar bahwa ternyata ponpes tidaklah hanya tempat menuntut ilmu agama. "Semua yang saya pikirkan tentang pesantren itu salah. Saya baru tahu ternyata pesantren itu tempat yang bagus untuk pembelajaran segala disiplin ilmu terlebih ilmu agama,"  ujarnya di sela acara pemutaran film.

Diakui Andhika, stigma kurang baik tentang pesantren memang didengarnya dari orang ke orang. "Awalnya, gue juga terbawa salah, kalau pesantren itu  tempat 'pembuangan' anak-anak nakal," ujarnya. 

Tapi ternyata hal itu salah besar. Ia baru tersadar ketika melihat sendiri bagaimana penerapan sistem pendidikan yang dijalankan pesantren di Gontor.

Di film Negeri 5 Menara, Andhika berperan sebagai Fahmi. Dia adalah Ketua Syams Magazine, sebuah majalah internal ponpes di film tersebut. Dari peran inilah, Andhika banyak mengambil pelajaran berharga dan mengubah cara pandangnya tentang pesantren. 

"Seneng bisa terlibat di karya besar, mengenal redaksi Syams sendiri. Banyak bertanya, apa itu Syams, dan apa yang diajarkan merupakan pembelajaran akhlak. Banyak yang saya dapat dan itu salah satunya," tutupnya.