Rabu, 27 Agustus 2014
KERAMIK Pahami Ciri-ciri Keramik KW 1, KW 2 dan KW 3!
Penulis : Natalia Ririh | Kamis, 15 Maret 2012 | 11:18 WIB
|
Share:
shutterstock
Ukuran keramik KW 2 terkadang ada selisih 3 milimeter atau lebih. Warna umumnya seragam, motif ada yang sedikit "meleset", sedikit gompal meskipun kecil.

KOMPAS.com - Keramik kelas dua, sering disebut KW 2 dan KW 3, secara kualitas tentu berbeda dengan keramik kualitas 1 atau KW 1. Meski demikian, keramik kelas dua ini tetap digandrungi karena harganya miring.

KW 1 adalah istilah keramik tanpa cacat produksi, sedangkan KW 2 dan 3 dibuat dengan bahan sama tapi memiliki kekurangan pada hasil produksinya. Seperti gompal tipis, dekornya mengelupas, dan lainnya yang ditentukan lewat uji kelayakan oleh tim produksi pabrik.

Memang, walau tak sebaik keramik KW 1, keramik kualitas 2 dan 3 ini memiliki peminat cukup tinggi. Cacat yang ada bisa dimaklumi apabila melihat perbedaan harga hingga 20%. Bila pengaplikasiannya dalam jumlah banyak, maka pengaruhnya signifikan terhadap biaya pembangunan rumah.

Tentunya, langkah ini bisa Anda terapkan bila mengalami keterbatasan anggaran. Konsumen yang tertarik menggunakan keramik KW 2 dan 3 biasanya menggunakan jenis ini di area dapur kotor, selasar atau karpot.

Namun, saat menggunakan keramik ini sebaiknya dipasang dengan nat lebar untuk mengakali ukuran keramik yang kurang presisi. Ada baiknya, Anda pun menggunakan keramik berwarna gelap. Karena cacat, kadang terdapat keramik berbeda warna dan motif.

Sebagai gambaran, berikut ini kualitas keramik KW 1, KW 2 dan KW 3.

Keramik KW 1

Ukuran presisi, warnanya stabil dan seragam. Keramik ini juga punya motif rapi dan seragam, dan tidak ada gompal.

Keramik KW 2

Ukurannya terkadang ada selisih 3 milimeter atau lebih. Warna umumnya seragam, motif ada yang sedikit "meleset", sedikit gompal meskipun kecil.

Keramik KW 3

Ukuran tidak presisi, banyak ukuran berbeda dalam satu boks. Warnanya juga tidak seragam, bahkan banyak yang pudar. Tak jarang, motifnya juga ada yang "meleset" dan banyak ditemui gompal di beberapa bagiannya. (Sumber: Majalah Renovasi)

Editor :
Latief