Selasa, 21 Oktober 2014
Drama Klimaks Liga Inggris
Sabtu, 12 Mei 2012 | 03:49 WIB
|
Share:

LONDON, JUMAT - Musim yang menegangkan dan sulit diprediksi di panggung Liga Inggris bakal mencapai klimaks, Minggu (13/5), saat juara bakal ditahbiskan: apakah Manchester United atau Manchester City? Ini musim yang disebut paling ketat persaingan juara sepanjang 20 tahun terakhir.

Kedua klub tetangga Manchester itu sama-sama mengantongi nilai 86 dari 37 laga dan hanya dipisahkan selisih delapan gol. MU bakal bertandang ke Sunderland yang sudah aman dari degradasi dan tidak berkepentingan, kecuali menjaga harga diri dan martabat di hadapan klub juara bertahan.

City tampil di kandang, tetapi menghadapi Queens Park Rangers (QPR) yang butuh kemenangan agar tidak terdegradasi. Jika menang, City mengukir sejarah baru: menjuarai Liga Inggris pertama kali sejak 1968.

Dalam situasi itu, hanya dengan kemenangan sedikitnya sembilan gol atau mungkin lebih atas Sunderland, MU bisa menggagalkan gelar City. Cara lainnya, jika City kalah atau seri dan MU menang, itu berarti ”Setan Merah” mempertahankan gelar dan memperpanjang rekor juara mereka menjadi yang ke-20 kali.

Namun, kendali juara kali ini ada di tangan City. Situasi inilah yang mengingatkan Pelatih MU Sir Alex Ferguson pada rivalitasnya dengan Jose Mourinho ketika tiba di Chelsea pada 2004. ”(Saat itu) Kami harus berjuang keras menghadapi gaya manajemen Jose yang sangat efektif,” kata Ferguson, Jumat (11/5).

City mirip Chelsea 2005

Di bawah Mourinho, Chelsea saat itu juara liga untuk pertama kali setelah 50 tahun. ”Anda tahu, Anda bersaing lawan pelatih yang sangat cerdas. Anda bukan hanya menghadapi uang, Anda juga menghadapi tim yang solid. Mereka sulit ditundukkan. City secara kualitas sangat mirip dengan Chelsea saat itu,” kata pelatih yang akrab disapa Fergie itu.

”Sejumlah pemain mereka luar biasa musim ini. Untuk menjuarai liga, Anda butuh lima atau enam pemain yang secara konsisten bagus sepanjang musim. City punya itu tahun ini dan pelatihnya, secara umum, bekerja dengan baik.” Juara Liga Inggris mendapat hadiah uang 20 juta poundsterling (Rp 295,5 miliar).

Drama atas-bawah

Drama lainnya pada klimaks hari terakhir Liga Inggris adalah perebutan tiket Liga Champions antara tiga tim: Arsenal (67 poin), Tottenham Hotspur (66), dan Newcastle United (65). Arsenal bertandang ke West Bromwich, Tottenham menjamu Fulham, dan Newcastle melawat ke Everton. Mereka berebut peringkat ketiga, posisi yang dipastikan lolos ke Liga Champions mengingat peringkat keempat bisa saja hanya mendapat tiket Liga Europa andai Chelsea mampu juara Liga Champions, 19 Mei.

Drama di level bawah terjadi antara QPR (37 poin) dan Bolton Wanderers (35). Bolton akan bertandang ke Stoke City. Dua tim terdegradasi, yakni Wolverhampton Wanderers dan Blackburn Rovers. (AP/REUTERS/SAM)