Jumat, 19 Desember 2014
Polda Siap Bubarkan Konser Lady Gaga
Penulis : Hidayatul Fajri | Rabu, 16 Mei 2012 | 16:27 WIB
|
Share:
Kompas/Lasti Kurnia
Antre tiket Lady Gaga sudah 150 meter lebih, Sabtu (10/3/2012) ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menyatakan siap membubarkan konser musik Lady Gaga jika pihak penyelenggara tetap berkeras melaksanakan pertunjukkan tersebut. Demikian diungkapkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Untung S Rajab, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/5/2012).

Ini perlu diluruskan. Saya tidak melarang, tapi saya tidak memberikan rekomendasi.
-- Untung S Rajab

"Itu artinya, warga negara tidak taat hukum. Konser seperti ini harus ada izin kepolisian. Kalau dilakukan, akan kita bubarkan," tegasnya.

Untung mengatakan, Pemerintah harus melindungi segenap bangsa Indonesia, termasuk memberikan perlindungan budaya dan ekonomi.

"Kita lindungi budaya kita. Permasalahan setuju atau tidak setuju biasa dalam demokrasi, tapi saya tidak memberikan rekomendasi. Ini bukan soal keamanan, tapi melindungi segenap bangsa," kata Untung.

Kemudian, Untung menilai, tidak direkomendasikannya konser Lady Gaga harus dipandang secara obyektif.

"Untung ruginya harus kita lihat secara obyektif. Pasti dalam suatu keputusan ada yang senang dan tidak senang," tambahnya.

Dikonfirmasi tentang pelarangan konser tersebut, Untung menegaskan, Polda Metro Jaya hanya tidak merekomendasikan, sementara soal perizinan adalah kewenangan Mabes Polri.

"Ini perlu diluruskan. Saya tidak melarang, tapi saya tidak memberikan rekomendasi," tandasnya.

Mengenai hal ini, Untung juga sudah menjelaskan kepada perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

"Saya sudah jelaskan kepada perwakilan Dubes AS. Budaya Indonesia terdiri dari berbagai sub-budaya, ini harus kita akui," jelasnya.

Ia mengatakan, jika uang pembelian tiket hendak dikembalikan, Polda Metro Jaya siap mengamankannya.

"Kita siap. Orang mau konser harus punya izin keramaian," ungkapnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Polda Metro Jaya tidak merekomendasikan Lady Gaga untuk menggelar konser di Indonesia. Alasan penolakan tersebut adalah persoalan sosial budaya, setelah Polda mendapat masukan dari berbagai pihak yang menyatakan gaya dan pakaian penyanyi berjuluk "The Mother Monster" itu tidak mendidik dan tidak sesuai budaya Indonesia. Adapun konser tersebut direncanakan digelar pada Minggu, 3 Juni 2012, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.



Editor :
Latief