Kamis, 20 Juni 2013
Atiqah Hasiholan: Untuk Selamatkan Bumi, Tak Perlu Jadi Aktivis
Penulis : Eko Hendrawan Sofyan | Sabtu, 9 Juni 2012 | 18:06 WIB
|
Share:
Kompas.com/Eko Hendrawan
Atiqah Hasiholan

OSAKA, KOMPAS.com -- Untuk memiliki kesadaran diri menghargai lingkungan, belajar lah dari masyarakat Jepang. Itu yang dirasakan oleh bintang film dan model Atiqah Hasiholan ketika berada di Jepang untuk kali kedua. 

"Dari kunjungan ini, aku makin tahu kalau kesadaran orang Jepang terhadap lingkungan sangat tinggi. Sebagai produsen teknologi mereka juga sangat peduli menyelamatkan Bumi dengan tindakan nyata," ujar Atiqah pada Kamis lalu (7/6/2012) dalam kunjungannya ke Jepang sebagai Eco Brand Ambassador Panasonic Indonesia.

Kali ini lima hari di Jepang, Atiqah mengunjungi Panasonic Eco Technology Center (PETEC), yang merupakan kawasan daur ulang barang-barang elektronik (TV, kulkas, mesin cuci, dan AC) di Kato City, Hyogo Prefecture, dan Kasai Green Energy Park, sebuah kawasan di mana seluruh energi yang digunakan memanfaatkan energi dari sinar matahari. "Ini pengalaman yang luar biasa, membuka aku bahwa untuk menyelamatkan lingkungan memang harus dengan tindakan nyata," ujarnya.

Ada ilmu yang bisa dipetik oleh Atiqah, bahwa kesadaran untuk mencintai lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dangan tindakan nyata. "Semangat masyarakat Jepang yang tertib dan disiplin juga harus menjadi contoh. Ya, untuk menyelamatkan lingkungan tidak harus ekstrim, jadi aktivis, tapi mulai dari yang terkecil. Setiap orang bisa ambil bagian dalam usaha menyelamatkan bumi," katanya.

Dikatakan pula oleh Atiqah, menumbuhkan kesadaran diri bisa dimulai dengan tidak membuang sampah sembarangan, memisahkan sampah daur ulang dan tidak, serta berhemat energi. "Kalau aku sih dari yang kecil aja dulu. Sekecil apa pun yang kita lakukan pasti akan sangat bermanfaat buat Bumi," katanya lagi.  

Editor :
Ati Kamil