Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
White Shoes & The Couples Company Terinspirasi Zaman Keemasan
Rabu, 27 Juni 2012 | 06:43 WIB
|
Share:
DOKUMENTASI WHITE SHOES AND THE COUPLES COMPANY
WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY
TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tidak banyak yang mengetahui bahwa antara tahun 1950 dan 1980 karya di Indonesia mencapai puncaknya. Film, lagu, dan fashion, menunjukkan keindahan Indonesia.

Beragam karya pada masa itu menginspirasi White Shoes & The Couples Company (WSATCC) yang selalu mengenakan sepatu putih saat manggung. Aprilia Apsari, Rio Farabi, Saleh Husein, Ricky Surya Virgana, Aprimela Prawidyanti, dan John Navid kerap menonton film-film lama, seperti karya Usmar Ismail dan Teguh Karya.

Aprilia mengambil contoh film Usmar Ismail yang berjudul Lewat Djam Malam. Film yang baru direstorasi L’Immagine, sebuah laboratorium film, merupakan karya luar biasa. Lewat Djam Malam juga diputar di Festival Film Cannes 2012. ”Dari film-film seperti ini, kami bisa mengetahui keadaan Indonesia ketika itu,” tuturnya.

John menambahkan, dari film-film pula mereka mendapat inspirasi untuk busana manggung. Mereka pun tidak kehabisan ide dalam berbusana. ”Orang-orang Indonesia stylish, kami menggilai keindahannya, tetapi bukan berarti mau hidup di zaman itu,” ujarnya.

Meski mereka mengenakan busana era 1970-an saat manggung, kesan zadul—zaman dulu—rupanya telanjur melekat. ”Biarpun cuma pakai kaus dan jins, tetap saja ada yang berkomentar ’lu vintage banget’, ha-ha-ha,” tutur Sari tertawa. (BEE)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan