Minggu, 23 November 2014
Iyeth Bustami: Arti Cindai
Selasa, 10 Juli 2012 | 07:26 WIB
|
Share:

MEDAN, KOMPAS.com — Penyanyi yang terkenal karena mendendangkan lagu Melayu, Iyeth Bustami (37), melontarkan teka-teki saat Pembukaan Festival Budaya Melayu di Medan, Jumat (6/7/2012) malam. Namun, hadirin tak ada yang mampu menjawab dengan benar, termasuk puluhan raja dan sultan Nusantara yang hadir di Medan dalam ”Silaturahmi Raja dan Sultan Nusantara”.

Teka-tekinya, apa arti kata "cindai", lagu yang dipopulerkan Siti Nurhaliza, penyanyi Malaysia berdarah Melayu itu. ”Orang Melayu tak ada yang tahu?” katanya dengan logat Melayu yang kental.

Beberapa orang mengatakan kain, ada hadirin mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menyatakan sebagai kain sutra yang berbunga-bunga. Pelantun lagu ”Laksamana Raja di Laut” itu membenarkan. Akan tetapi, ia tak puas dengan jawaban itu.

Ibu tiga anak dengan bungsu berusia tiga tahun itu terus berkeliling bertanya kepada hadirin, termasuk Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

Tak ada yang bisa menjawab, Iyeth lalu bercerita, dia pun dulu tak tahu arti cindai. Namun, saking seringnya membawakan lagu itu, ia bertanya kepada ahlinya. Jawabannya, cindai adalah kain berikut selendangnya yang disimpan seorang gadis untuk dikenakan di hari pernikahannya nanti.

Lagu "Cindai" lalu melantun merdu dari mulutnya: "Cindailah mana tidak berkias, Jalinnya lalu rentah beribu, Bagailah mana hendak berhias, Cerminku retak seribu…." (WSI)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan