Kamis, 23 Oktober 2014
Pasar Ramadhan Bisa Jadi Agenda Pariwisata Tahunan
Jumat, 20 Juli 2012 | 14:31 WIB
|
Share:
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Umat Islam di Yogyakarta menyambut bulan Ramadhan 1429 H dengan mengadakan berbagai kegiatan bernuansa religius. Salah satunya adalah membuat Kampoeng Ramadhan Jogokaryan-yang dimotori Takmir Masjid Jogokaryan Yogyakarta-dengan pawai "prajurit", Senin (1/9). Kampung Ramadhan itu merupakan pasar makanan yang menyediakan beragam penganan khas buka puasa.
TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Ramadhan yang banyak digelar di berbagai tempat selama bulan puasa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai memiliki potensi menjadi obyek wisata.

Menurut Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih, kegiatan tersebut bisa dipromosikan sebagai agenda pariwisata tahunan. Selain itu, bisa juga sebagai objek wisata kuliner Ramadhan, sehingga wisatawan yang sedang berada di Yogyakarta bisa mengunjungi Pasar Ramadhan itu.

"Jika para pengelola Pasar Ramadhan itu memperoleh pembinaan terutama dalam hal penataan pasar tersebut, diyakini dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut, bahkan bisa menjadi aset wisata daerah ini," kata Widi, di Yogyakarta, Jumat (20/7/2012).

Ia mengatakan pemerintah daerah setempat dalam hal ini Dinas Pariwisata mestinya bisa melihat potensi itu untuk menjadikan kegiatan tahunan setiap bulan Ramadhan tersebut sebagai objek wisata kuliner.

"Untuk itu, Dinas Pariwisata perlu membantu membina para pengelola Pasar Ramadhan agar menarik untuk dikunjungi wisatawan," ungkap Widi.

Ia menuturkan bahwa di Pasar Ramadhan biasanya ramai pada sore hari menjelang saat berbuka puasa. Wisatawan bisa membeli aneka jajanan dan kuliner.

Menurut dia, Pasar Ramadhan biasanya digelar di kawasan kampung yang banyak warga muslim, seperti di Kota Yogyakarta di antaranya Kampung Kauman, Jogokaryan, dan Nitikan. Bahkan di kampung-kampung tersebut Pasar Ramadhan sudah menjadi kegiatan tahunan setiap saat bulan puasa.

Pemandangan serupa juga bisa ditemui di kawasan Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), dan sekitar Masjid Suhada, Kotabaru, Kota Yogyakarta.

"Tempat-tempat itu biasanya menjadi tujuan warga masyarakat di kota ini, bahkan menarik minat sejumlah wisatawan mancanegara," kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Sumber :
Editor :
kadek