

JAKARTA, KOMPAS.com -- Meski usianya sudah mencapai 61 tahun, Poppy Dharsono tetap terlihat awet muda. Poppy mengaku rajin melakukan retreat sejak 30 tahun lalu.
Retreat yang dilakukan oleh mantan model yang jadi pengusaha dan perancang fashion ini adalah latihan pernafasan yang diikuti dengan gerakan silat Bangau Putih. "Gerakan itu sendiri, gerakan yang berkaitan dengan spritual atau pernafasan yang kita pelajari. Yang sudah kita lakukan dihubungkan dengan spritual," kata Poppy di kantornya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Wilayah Jawa Tengah, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Setiap gerakan retreat yang dilakukan oleh Poppy memiliki dampak yang baik terhadap tubuhnya. "Buat punggung, bagus. Ada gerakan pinggul ke bawah, bagus sekali untuk perempuan. Dan, pinggul ke atas, yang untuk leher. Itu bermanfaat seperti olah raga. Dan, gerakan itu indah banget," papar Poppy, yang mengaku sering melakukan retreat di Bali.
Selain bagus untuk kesehatan, retreat bagi Poppy juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri. "Karena saya punya seni silat itu, jadi ada semacam kepercayaan diri bahwa kalau ada apa-apa saya bisa melawan. Paling enggak, itu menolong secara psikologis," ujarnya.
Retreat sebagai martial art bisa menjaga dan mengamankan Poppy dari tindak kriminal yang sewaktu-waktu mungkin harus dihadapinya jika sedang sendiri.
Gerakan retreat untuk tubuh dan pernafasan menimbulkan energi alam semesta yang bisa dihirup. Menurutnya, itu merupakan vitamin untuk jiwa manusia. "Jadi, jiwa dan raga kita siap. Saya menjadi tenang, melupakan semua masalah. Badan atau jiwa itu ada lelahnya juga sebetulnya. Jiwa perlu melakukan retreat untuk kesehatan spiritual," katanya lagi.
Lanjut Poppy, kalau tadinya sulit tidur, selesai retreat ia akan kembali fresh. Retreat tidak hanya berupa latihan meditasi atau bela diri, tetapi bisa juga dilakukan sambil, misalnya, menonton film atau membaca buku dan berbincang-bincang.
Menurut Poppy, sudah banyak warga negara asing yang melakukan retreat. " Ketemu bule dari Australia, Amerika, dan Perancis. Kita juga kumpul. Yang termuda, ada yang kecil dari Jerman, bersama orangtuanya dan datang sekalian vakansi," ceritanya. (Ferro Maulana/Widiyabuana Andarias)