
JAKARTA, KOMPAS.com -- Datang dari Australia, sutradara Sean Monteiro mencoba peruntungannya di industri film Indonesia. Pria kelahiran Melbourne, 27 November 1983, ini pun berjanji akan menyuguhkan film komedi yang berbobot.
Menurut Sean, Indonesia memiliki pangsa pasar film yang potensial dibanding negara asalnya. "Satu alasan besar, aku suka banget, Indonesia, di sini, punya industri film. Di Australia, film industrinya didukung pemerintah. Pemerintah kasih uang untuk orang bikin film. Soal laku enggak laku, enggak peduli. Ini enggak akan maju. Sementara, di Indonesia, orang kalau mau bikin film itu harus cari duit sendiri, apalagi di sini penduduknya hampir 200 juta," papar Sean, yang banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam wawancara di lokasi shooting film yang disutradarainya, Make Money, di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2012).
Dengan potensi yang dimiliki Indonesia, Sean memiliki banyak ide untuk menulis beberapa film lokal, khususnya mengenai kehidupan Jakarta. "Dua tahun lalu aku pindah ke negara sini dari Melbourne dan aku lihat kota sini banyak berubah dibanding terakhir aku ke sini. Kalau kamu dari luar kota sini, kamu akan bisa melihat perubahannya. Jakarta begitu kontras, sementara ada rumah yang besar, ada kampung juga. Sementara, di Melbourne semua rumah menengah. Tapi, ini yang membuat Jakarta begitu menarik. Dan, ini berbicara soal orang kaya dan orang yang hidup di tempat pembuangan sampah," jelas Sean, yang mulai menjadi sutradara dengan membuat film pendek Mark Debney Is an Alcoholic di Australia.
Padahal, ketika memutuskan berkarier di Indonesia, beberapa orang dekat Sean di Australia justru meragukannya. "Itu sangat ironis, ketika aku pindah ke negara ini orang tanya, 'Apa yang mau kamu lakukan?' Aku bilang, aku mau cari duit dengan bikin film. Tapi, orang bilang, kenapa enggak sinetron saja, film itu merugikan. Tapi, yang paling penting dari cari duit adalah seninya, kamu bisa melakukan hal-hal yang kamu sukai, kamu bisa mendapatkan uang di seluruh dunia, tapi kamu tidak ada apa-apanya," cerita pria yang mulai fasih berbahasa Indonesia ini.
Untuk film perdananya di Indonesia, Make Money, yang sedang digarapnya, Sean memilih genre komedi. Beberapa artis peran pendatang baru dipilih oleh Sean. "Sebenarnya di Indonesia ini banyak sekali potensi yang belum mendapat kesempatan seperti comic (pelaku stand up comedy) Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakarsa. Seperti Adam Sandler dan Jim Carrey, mereka mengawali akting komedi dari stand up dulu," tuturnya.