Kamis, 24 Juli 2014
Rilis Parfum di New York, Gaga Habiskan Kira-kira Rp 15 M
Senin, 17 September 2012 | 12:45 WIB
|
Share:
AFP PHOTO/TIMOTHY A CLARY
Lady Gaga tiba di department store Macys di Herald Square, New York (AS), 14 September 2012 waktu setempat untuk meluncurkan parfum pertamanya, Fame. Ia menumpang kereta kuda berbentuk botol parfumnya itu.

NEW YORK, KOMPAS.com -- Lady Gaga telah menghabiskan uang senilai satu juta poundsterling atau kira-kira Rp 15 miliar untuk mengadakan acara peluncuran parfum pertamanya, Fame, di New York (AS) pada 14 September 2012 waktu setempat.

Di antara konser-konsernya di Manchester (Inggris) dan Dublin (Irlandia) yang merupakan bagian dari tur Born This Way Ball-nya, Gaga terbang dengan jet sewaannya pulang ke kota asalnya tersebut untuk merilis wewangian itu.

Sementara kebanyakan bintang tiba di tempat, tersenyum di hadapan kamera dan segera pergi lagi, Gaga tiba di depan department store Macy's di Herald Square, New York, dengan menumpang kereta kuda berbentuk sebuah botol parfum Fame. Kostum hitamnya yang dikenakannya juga menyerupai botol parfum tersebut. Sepatunya senada dengan kostum itu.

Ia disambut meriah oleh para penggemarnya, Little Monster, yang mengantre untuk mendapat kesempatan menyentuh idola mereka tersebut.

Tentu saja, Gaga tak asing lagi dengan pertunjukan-pertunjukan mewah seperti itu. Set untuk konser-konser dalam tur Monster Ball-nya juga sangat mahal. Ketika tur tersebut berakhir tahun lalu, ia merugi 2,5 juta poundsterling. Biaya produksi panggungnya 500.000 poundsterling dan properti bak mandi raksasanya 60.000 poundsterling.  

Namun, agaknya, Gaga tidak belajar dari pengalamannya. Untuk pertunjukannya di Twickenham Stadium (Inggris) pada 8-9 September 2012, dibangun puri setinggi kira-kira 18 meter di belakang panggung dan disediakan kuda-kudaan mekanis yang ditungganginya.

Ketika Gaga mengumumkan parfum barunya tahun lalu, ia mengatakan bahwa parfum itu cocok untuk, "Seorang pelacur berbayaran tinggi," serta beraroma darah dan sperma.

Untungnya, ia kemudian mengubah konsepnya itu, terutama mengenai aroma parfum tersebut. "Ini wewangian yang sangat sedap, segar, jalang, dan menggoda," katanya. "Fame merupakan parfum hitam pertama. Isi dalam botolnya hitam, kemudian, begitu Anda semprotkan, jernih dan harum," katanya lagi.

Sumber :
www.thesun.co.uk
Editor :
Ati Kamil