Kamis, 24 Juli 2014
Happy Salma Jualan Lontong Kupang
Selasa, 18 September 2012 | 06:48 WIB
|
Share:
Kompas/Rony Aryanto Nugroho
Happy Salma

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemain film Happy Salma punya kegiatan baru. Dengan bersepeda, ia berkeliling menjual makanan lontong kupang (lontong berisi remis), makanan khas Sidoarjo, Jawa Timur.

”Lontong, lontong….” Happy menyusuri pasar, terminal, dan stasiun. Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 4 Januari 1980, ini rela berjualan lontong kupang demi film yang dia perankan, Air Mata Terakhir Bunda.

Dalam film itu, ia berperan sebagai orangtua tunggal dari dua anak laki-laki. ”Ceritanya, anak-anak itu tak bisa menemukan nisan makam ibunya yang terkubur lumpur di Sidoarjo. Dari sini muncul adegan kilas balik tentang masa kecil mereka dengan sang ibu,” ceritanya ketika dihubungi akhir pekan lalu saat ia sedang istirahat shooting di kawasan ladang garam di Sedati, Sidoarjo.

Film berdasar novel karya Kirana Kejora ini berkisah tentang perjuangan seorang ibu membesarkan kedua anaknya dengan berjualan lontong kupang dan bekerja serabutan.

Bagi Happy, peran tersebut tergolong sulit. ”Aku mesti memerankan ibu berusia 30 tahun, 38 tahun, dan 46 tahun. Buatku, cukup sulit merajut perkembangan psikologis tokoh ibu yang semakin tua,” katanya.

Meski terbelit kesulitan ekonomi, sang ibu tetap menanamkan nilai moral kepada anaknya. ”Intinya, meski hidup kita susah, tidak boleh mengemis, tidak boleh mencuri. Makan dari keringat sendiri itu lebih nikmat daripada makan dari mengemis atau mencuri,” katanya tentang film itu. (WIN)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan