Sabtu, 19 April 2014
Jupe Tak Mau Larut dalam Pro-Kontra Gelar Nyai Intan Garinda
Penulis : Ichsan Suhendra | Kamis, 8 November 2012 | 18:52 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHI
Julia Perez

JAKARTA, KOMPAS.com — Minggu lalu, artis peran dan penyanyi dangdut Julia Perez, yang akrab disapa Jupe, menjalani shooting film Perawan Dayak di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan itu, Jupe menerima gelar Nyai Intan Garinda atau putri paling bersinar dari tokoh adat setempat. Namun, sampai saat ini, pemberian gelar sudah menimbulkan keberatan dari dua pihak, Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah (DAD Kalteng) serta Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Katingan (Himapakat), Kalteng.

DAD Kalteng menyampaikan keberatan mereka pada Rabu (7/11/2012) atas pemberian gelar tersebut, dan menghendaki pencabutan gelar itu. Pada Kamis (8/11/2012), Himapakat mengambil langkah yang sama.

Pada Rabu tersebut, Jupe memberi tanggapan atas keberatan DAD Kalteng. "Aku kecewa, tapi ya normal-normal saja sih. Hampir 50 persen orang di Indonesia kan men-judge saya sebagai perempuan atau artis yang tidak baik," katanya ketika diwawancara oleh wartawan melalui telepon selulernya.

Jupe mengatakan pula, padahal ia bermain dalam film Perawan Dayak sebagai perempuan baik-baik. "Aku kan di film itu jadi perempuan baik-baik," ucapnya.

Jupe juga mengatakan bahwa ia tidak mau larut dalam pro-kontra. "Saat ini saya masih harus menyelesaikan shooting film itu selama dua hari ke depan (terhitung 7 November 2012). Saya tidak mau memikirkan polemik itu dan ingin maju terus," ucapnya pula.

Editor :
Ati Kamil