Sabtu, 25 Oktober 2014
Teddy Minahasa: Skrip SMS "Teddy-Yuni" Selebaran Gelap
Penulis : Kontributor Malang, Yatimul Ainun | Kamis, 7 Maret 2013 | 19:44 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Yatimul Ainun
Kapolresta Malang, AKBP Teddy Minahasa Putra

MALANG, KOMPAS.com — Sejak Selasa (5/3/2013) lalu beredar print out perbincangan lewat SMS antara seseorang yang disebut bernama Yuni Shara dan seseorang lagi yang disebut bernama Teddy Minahasa, Kapolresta Malang, Jawa Timur. Dalam pembicaraan pada 30 November 2013 itu, "Yuni" menceritakan kepada "Teddy" bahwa ada kegiatan penyalahgunaan narkoba oleh Raffi bersama sejumlah orang lain di rumah Raffi di Jakarta dan "Teddy" bermaksud meringkus mereka dengan mengerahkan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).

Setelah beberapa kali Kompas.com mengontak Teddy lewat telepon dan SMS untuk meminta tanggapannya dan belum juga mendapat jawaban darinya, akhirnya pada Kamis (7/3/2013) sore Teddy memberi tanggapan melalui SMS.

Teddy menegaskan bahwa print out tersebut merupakan selebaran gelap. "Skrip SMS saya dengan YS adalah selebaran gelap, yang keabsahannya tidak dapat dipertanggungjwbkan, karena bukan diterbitkan oleh otoritas resmi," tulis Teddy, yang bernama lengkap Teddy Minahasa Putra, kepada Kompas.com.

Seharusnya, jelas Teddy, ada sesuatu yang disebutnya scientific investigation (penyelidikan ilmiah) untuk mengungkap kebenaran print out tersebut. "Saya sendiri sampai sekarang belum tahu dan belum baca skrip SMS yang beredar tersebut, lalu saya disuruh menjawab apa???" tulisnya lagi.

Menurut Teddy, janganlah opini dijadikan media untuk pengalihan isu pokok tentang kasus narkoba yang dialami oleh Raffi. "Bagi saya, janganlah opini dijadikan media untuk pengalihan isu pokok tentang kasus narkoba yang dialami RA," tekannya.

Narkoba, lanjut Teddy, merupakan international crime dan extraordinary crime yang harus diberantas secara bersama. "Narkoba adalah extra ordinary crime yang harus kita berantas sama-sama," tegasnya.

Setiap warga negara, masih tulis Teddy, seharusnya melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila mendapat info tentang penyalahgunaan narkoba. "Bukan justru membiarkan," tekannya lagi. "Lama-lama bangsa ini akan ambruk apabila generasi mudanya kecanduan narkoba," tegasnya lagi.

Ketika ditanya sedang berada di mana, Teddy mengaku sedang berada di luar Malang. "Saya sedang bertugas di luar kota," terangnya.

Editor :
Ati Kamil