Senin, 22 Desember 2014
Bene "Stand Up Comedy Indonesia" Nyaman Marah-marah
Penulis : Irfan Maullana | Senin, 1 April 2013 | 16:12 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Bene Dionysius Rajagukguk atau yang akrab disapa Bene berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2013). Bene merupakan salah satu dari lima komika yang masuk babak lima besar dari Stand Up Comedy Indonesia Season 3.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Hampir pada setiap episode Stand Up Comedy Indonesia Season 3 (SUCI 3), yang ditayangkan oleh KompasTV, komika asal Medan Bene Dionysius Rajagukguk hadir dengan lawakan yang disampaikan dengan intonasi tinggi bak orang marah-marah. Baginya, gaya seperti itu justru membuatnya nyaman dalam menjalani open mic.

"Enak rasanya kalau marah-marah. Bukan marah-marah yang serius, cuma gayanya saja, cuma bercanda. Jadi, sudah kebiasaan saja," kata Bene dalam wawancara ketika berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Gaya bicara marah-marah akhirnya menjadi ciri Bene dalam SUCI 3. "Ini akhirnya jadi brand-ku. Jadi, kalau orang dengar nama Bene, berarti bakal ada komedi yang marah-marah," ungkap Bene.

Asal tahu saja, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini dulunya dianggap sebagai siswa yang "garing" alias tidak lucu ketika melontarkan candanya.

"Kalau lagi kumpul-kumpul itu aku termasuk orang yang 'garing'. Malah, kalau aku melucu, orang bakal 'krik... krik... krik...' Aku itu siswa 'tergaring' di SMA," cerita Bene. "Waktu SMA, pas guruku lagi ngajar, aku coba ngelempar joke. Guruku sampai bilang, 'Ini si Bene coba ngelucu tapi kau tidak lucu'," lanjutnya.

Namun, seiring proses SUCI 3 hingga babak lima besar, Bene makin terbukti sebagai ahli mengocok perut para penonton setia SUCI 3. "Tapi, seiring proses itu, akhirnya aku mulai mengerti yang mana yang 'garing', mana yang lucu. Aku sekarang mau nunjukkin ke guru-guru sama ke teman-teman SMA kalau aku bisa ngelucu. Semua enggak ada yang nyangka. Kalau mereka belum lihat video penampilanku, pasti banyak yang enggak percaya, 'Emangnya kau lucu.' Memang, sampai sekarang aku juga enggak percaya," kata Bene lagi.

Selain gaya bicara marah-marah yang telah menjadi ciri khasnya, Bene paling bisa meracik materi lawakannya dengan bumbu kedaerahan. Misalnya, tentang orang Batak dan hobi pasang togel.

Dalam lelucon Bene, ayahnya menjadi lebih memerhatikan dirinya sejak hobi memasang togel. "Sudah itu, ayah jadi lebih perhatian sama anaknya. 'Sudah bangun kau, Nak? Mimpi apa, Nak?', 'Belum mimpi, Yah', 'Ya sudah kau tidur lagi sampai kau dapat mimpi',' celotehnya. Yang dimaksud mimpi oleh Bene adalah mimpi yang melambangkan angka-angka untuk memasang togel.

Bagi Bene, selain menarik bagi para penonton, bumbu kedaerahan paling mudah dikuasainya untuk tampil. "Jadi, kata orang, kalau sudah di Stand Up Comedy Indonesia, 'Bawalah apa yang kamu tahu.' Jadi, di luar itu, aku enggak tahu. Paling, orangtua aja bilang, 'Ah ngapain jelek-jelekin orangtua.' Ini kan komedi," ujarnya.



Editor :
Ati Kamil