Sabtu, 1 November 2014
Film Eropa Rasa Layar Tancap
Penulis : Ichsan Suhendra | Selasa, 23 April 2013 | 20:00 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/ICHSAN SUHENDRA
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darrusalam, dan ASEAN H. E Julian Wilson dan Festival Director Europe on Screen 2013, Orlow Seunke, saat jumpa pers di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (23/4/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com -- Europe on Screen atau EOS 2013 akan kembali digelar.  Tahun ini, EOS 2013 digelar ditujuh kota, yakni Bandung, Denpasar, Jakarta, Makasar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta. Akan ada 72 film yang diputar selama jalannya festival yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2013.

"Kami akan menampilkan berbagai film Eropa hasil karya sutradara-sutradara baru maupun para sutradara ternama dalam sinema Eropa. Masyarakat bisa menyaksikan film-film tersebut secara gratis," ujar Julian Wilson, Duta Besar  Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, saat jumpa pers di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (23/4/2013).

Dikatakan Julian, ada perbedaan konsep dibanding pelaksanaan tahun lalu. Apa itu?  Pemutaran film akan dilakukan dengan cara layar tancap alias open air screenings.

Di Jakarta, acara EOS akan dipusatkan di Erasmus Haus dan Tugu Kuntskring Paleis. Pihak EOS ingin meraup penonton lebih banyak lagi dengan memutar film-film ternama sepeerti Blitz dalam layar tancap itu.

"Saya ingin banyak yang menonton di layar tancap nanti. Kami ingin semua orang dapat terhibur dan menikmatinya," kata Orolow Seunke, Direktur Festival.

Hal yang membedakan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, kata Orolow, EOS tahun ini juga akan menghadirkan film untuk kategori anak. Ada 4 film animasi yang bisa ditonton oleh segala usia, seperti Animals United (animasi Jerman), dan Flight Before Christmas (animasi Finlandia).

Pemutaran yang tidak memungut biaya itu akan menayangkan senam film lainnya dari berbagai genre dan negara, yaitu Adele Blanc-Sec (film petualangan Prancis),  The Storm (Belanda), Paris Express (komedi Prancis), Blitz (film aksi Inggris), Blind Spot (thriller Luxemburg), dan 22 Bullets (film aksi Prancis).

 

Editor :
Eko Hendrawan Sofyan