Sabtu, 1 November 2014
Keluarga Uje Perkenankan Publik Bertahlilan di Rumah Duka
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Jumat, 26 April 2013 | 15:39 WIB
|
Share:
Dok Pribadi/Twitter
Jenazah Ustaz Jeffry Al Buchori atau Uje disemayamkan di rumah duka, kawasan Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4/2013) pagi. Foto diambil dari akun Twitter @ipangwahid.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com -- Publik yang berniat mendoakan almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori alias Uje diperkenankan oleh keluarga Uje untuk ikut bertahlilan di rumah duka.

"Kami keluarga besar rencananya akan menggelar tahlilan sampai tujuh hari ke depan. Siapa pun diperkenankan hadir kok," ujar Muchtar Fatawi, wakil dari keluarga Uje, ketika ditemui Kompas.com di rumah duka, Jalan Namada III, Blok I Nomor 11, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4/2013) siang.

Lanjut Muchtar, tenda akan tetap dipasang di depan rumah tersebut untuk meneduhi orang-orang yang akan mengikuti tahlilan. "Soal persiapan, mohon maaf jika kami ala kadarnya. Paling, sejauh ini, berdasarkan tadi pembicaraan sama keluarga, persiapan biasa-biasa saja, yang penting doanya," tuturnya.

Muchtar sendiri mengaku belum mengetahui apakah tahlilan akan dilanjutkan hingga hari ke-40 sesudah Uje meninggal dunia. Ia akan melakukan koordinasi kembali dengan pihak keluarga almarhum untuk membicarakan hal tersebut.

Terpantau oleh Kompas.com, meski jenazah Uje telah dishalatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, para pelayat masih berdatangan ke rumah duka. Ada juga yang mengaji di situ.

Uje meninggal dunia karena kecelakaan tunggal ketika berkendaraan sepeda motor gede di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari.

Editor :
Ati Kamil