Jumat, 19 Desember 2014
Di Cannes, "Rectoverso" Disambut Hangat
Rabu, 22 Mei 2013 | 08:46 WIB
|
Share:
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Rectoverso

CANNES, KOMPAS.com Film karya lima sutradara wanita Indonesia, Marcella Zalianty, Happy Salma, Rachel Maryam, Cathy Sharon, dan Olga Lydia, yakni Rectoverso, mampu mencuri perhatian kalangan perfilman dunia di Festival Film Cannes, Selasa (21/5/2013) malam.

Film adaptasi dari buku laris Dewi "Dee" Lestari berjudul Rectoverso, yang dirilis pada tahun 2008, dan merupakan film omnibus atau antologi Indonesia bernuansa cinta itu diputar di Star One Cinema pada Selasa malam.



Film berdurasi 110 menit yang dirilis di Jakarta pada 14 Februari lalu itu disaksikan lebih dari 100 penonton yang memenuhi gedung bioskop yang berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan kota Cannes. Di ajang Cannes, film ini masuk dalam kategori European Premier Market Prestige.

Selama pelaksanaan Festival Film Cannes, Rectoverso diputar selama tiga kali yaitu pada tanggal 21, 23, dan 25 Mei.

"Saya bangga film kami bisa diputar dalam festival film di Cannes," ujar Happy Salma setelah pemutaran film Rectoverso yang diproduksi Keana Production and Communication Studio.

Happy Salma yang datang ke Cannes bersama Marcella Zalianty mengakui film Rectoverso yang dipilih untuk diputar dalam festival film Cannes merupakan festival film yang bergengsi. Film mereka berhasil dipilih untuk diputar dalam European Premiere di seksi Antipoedes, Cannes Cinephile 2013.

Happy mengatakan, kehadirannya di Cannes, Perancis, untuk kali kedua ini memberikan kesan mendalam. Begitu pula yang dirasakan Marcella Zalianty.

"Terharu rasanya menyaksikan film kami diputar dalam rangkaian festival film Cannes," ujar Marcella yang sedang hamil empat bulan lebih itu.

Arya Gunawan seorang pengamat film Indonesia yang khusus datang ke Cannes mengakui, film Rectoverso sangat bagus, apalagi hasil dari karya sutradara wanita Indonesia.

Festival film Cannes biasanya sangat ketat dalam memilih film yang akan diputar, dengan masuknya film Rectoverso untuk diputar dalam rangkaian festival film Cannes merupakan suatu kebanggaan.

Sementara itu, Kasubdit Festival dan Eksibisi Film Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Molly Prabawaty mengatakan, selain Rectoverso, ada pula film Indonesia lainnya yang diputar.

Film Indonesia yang diputar dalam European Premiere di seksi Antipoedes, Cannes Cinephile 2013, adalah Sang Penari, yang ditonton oleh sekitar 1.000 orang.

"Suatu prestise yang sangat mengagumkan," ujarnya.

Film Rectoverso dibintangi sejumlah aktor dan aktris yang sudah cukup terkenal. Beberapa di antaranya Lukman Sardi, Tio Pakusudewo, dan Sophia Latjuba. Soundtrack film tersebut yang memiliki judul sama dengan lima cerita dalam film itu dinyanyikan oleh Glenn Fredly, Dira Sugandi, Drew, Acha Septriasa, Tohpati, dan Raisa.

Film pertama Malaikat Juga Tahu, yang disutradarai Marcella Zalianty. Kedua, film Firasat yang disutradarai Rachel Maryam. Selain itu, film Cicak di Dinding, disutradarai Cathy Sharon, dan Curhat buat Sahabat oleh Olga Lydia, serta Hanya Isyarat dengan sutradara Happy Salma.

Film Malaikat Juga Tahu dengan sutradara Marcella Zalianty dan penulis skenario Ve Handojo menceritakan Abang (Lukman Sardi), penderita autisme yang tinggal dengan ibunya yang memiliki tempat indekos.

Film Firasat disutradarai Rachel Maryam dengan penulis skenario Indra Herlambang, menceritakan gadis bernama Senja (Asmirandah) yangbergabung dalam Klub Firasat. Setiap minggu, anggotanya berkumpul untuk berbagi cerita dan berbagai pertanda.

Film Cicak di Dinding disutradarai Cathy Sharon dengan penulis skenario Ve Handojo menceritakan kisah di suatu malam, Taja (Yama Carlos), pelukis muda yang masih lugu, bertemu dengan Saras (Sophia Latjuba), perempuan free-spirit yang jauh lebih tahu dan lebih berpengalaman.

Film Curhat Buat Sahabat yang disutradarai Olga Lydia dengan penulis skenario Ilya Sigma dan Priesnanda Dwi Satria menceritakan kisah Amanda yang supel dan ceria mampu menjalin persahabatan dengan tokoh Reggie yang sabar, kalem, dan siap mendengarkan curhat Amanda kapan pun.

Film Hanya Isyarat disutradarai Happy Salma dan penulis skenario Key Mangunsong berkisah tentang lima orang backpacker yang bertemu lewat forum milis.

Happy dan Marcella Zalianty menambahkan, film mereka memang penuh dengan kejutan dan merupakan kisah cinta yang bagaikan "unspoken love" itu adalah rangkaian puzzle yang dirangkai dalam kisah yang satu sama lain tidak mempunyai kaitan.

 



Sumber :
ANT
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan