Senin, 20 Oktober 2014
BALAP SEPEDA Tour de Singkarak 2013 Hadirkan Rute Panjang
Rabu, 29 Mei 2013 | 02:42 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Memasuki edisi kelima, penyelenggara balap sepeda Tour de Singkarak, 2-9 Juni 2013, melakukan sejumlah perubahan. Perubahan yang terlihat jelas adalah rute yang lebih panjang dari balapan empat edisi sebelumnya.

Dari laman resmi Tour de Singkarak (TdS) 2013, balapan yang merupakan kelas 2.2 atau balapan jalan raya berkelas dua dan digelar lebih dari satu etape dalam kalender Tur Asia Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) itu menyuguhkan lintasan total 1.057 kilometer. Sementara pada TdS 2012, lintasan yang dilombakan 856 km.

Rute 1.057 km tersebut akan ditempuh dalam tujuh etape, sama seperti 2012.

Hal lain yang membedakan adalah lintasan-lintasan lomba yang lebih panjang dibandingkan dengan lintasan lomba sebelumnya. Lintasan terpanjang adalah 206,5 km, sedangkan lintasan terpendek 104 km.

Dimulai dari Bukittinggi, pebalap akan melintasi rute sejauh 104 km menuju Bonjol pada hari pertama. Lalu, pada hari kedua, rute sepanjang 124,5 km ditempuh mulai dari Payakumbuh menuju Singkarak.

Pada hari ketiga, rute 206,5 km terbentang dari Padang Panjang ke Istano Basa Pagaruyung. Rute dari Sijunjung ke Pulau Punjung sejauh 189,5 km menghiasi balapan pada hari keempat.

Kota tambang tua Sawahlunto menjadi titik awal balapan hari kelima menuju Muara Labuh sejauh 144,5 km. Pada hari kelima, para pebalap mendapat jatah istirahat sehari. Ini yang tidak ada pada edisi-edisi sebelumnya.

Pariaman-Painan sejauh 144,5 km mengisi balapan hari keenam. Padang Pariaman-Padang Circuit sejauh 143,5 km menutup gelaran TdS pada hari ketujuh.

Menantang

Direktur Proyek TdS 2013 Hasan Setyo Prayogo mengatakan, pemilihan rute-rute itu dilakukan dengan pertimbangan dari Amaury Sport Organisation (ASO) selaku konsultan TdS.

”Pemilihan lintasan dilakukan sesuai tim teknis awal. Namun, ASO lalu menyempurnakannya demi kepentingan 17 kabupaten/kota yang mendukung, juga untuk mendapatkan variasi tantangan melalui perebutan nomor tanjakan (king of mountain) dan perebutan rute datar (intermediate sprint),” ujar Hasan.

M Ircham, Manajer Customs Cycling Club, mengatakan, dari sisi rute memang lebih panjang dan menuntut daya tahan dan kekuatan para pebalap. ”Belum lagi transfer yang mesti dilakukan, itu membebani pebalap,” ujarnya. (HLN)