Senin, 22 Desember 2014
Panggungkan "Titik Terang", Ratna Sarumpaet Libatkan Calon Menantu
Penulis : Susi Ivvaty | Selasa, 25 Juni 2013 | 20:17 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Artis peran Rio Dewanto hadir dalam konferensi pers dan pemutaran film Modus Anomali di Grand Indonesia Mall, Jakarta, Selasa (17/4/2012). Film thriller garapan sutradara Joko Anwar yang akan diputar perdana pada 26 April 2012i itu mengisahkan pembunuhan sebuah keluarga yang berlibur di hutan.


JAKARTA, KOMPAS.com --
  Seniman dan aktivis Ratna Sarumpaet akan mementaskan naskah dramanya yang ke-11 yang berjudul Titik Terang pada 3-6 Juli 2013 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Pementasan teater yang juga disutradarai Ratna ini selain melibatkan anaknya, Atiqah Hasiholan, juga kekasih Atiqah, Rio Dewanto. Selain Atiqah dan Rio, pemeran lain adalah putri seniman masyhur mendiang WS Rendra, Maryam Supraba. Ada juga Teuku Rifnu Wikana, pemerah Gubernur DKI Jakarta Jokowi dalam film Jokowi. Pemeran lain, Marzuki Hasan, Jean Marais, dan Ratna sendiri.

Bagi Rio Dewanto, Titik Terang adalah pentas teater pertamanya. Ia merasa bangga karena akhirnya bisa bermain teater di panggung. Rio akan memerankan Arman, seorang aktivis mahasiswa yang menggagas sidang rakyat bagi para penguasa korup.

"Saya pecaran dengan Atiqah sudah tiga tahun. Pengin banget bisa disutradarai Umi, tapi waktu itu kan memang belum aktif lagi di teater. Akhirnya sekarang kesampaian," kata Rio dalam konferensi pers di TIM, Selasa (25/6).

Titik Terang menjawab pertanyaan tentang vakumnya Ratna di jagat perteateran selama tujuh tahun. "Selama tujuh tahun saya sibuk dengan hal lain. Saya kini kembali lagi dan bersyukur ada sponsor dari Djarum. Suasananya berbeda dengan dulu, kalau menyodorkan proposal ke sponsor langsung dibuang ke tong sampah," tutur Ratna.

Titik Terang juga bertutur tentang berbagai persoalan bangsa ini, seperti yang disajikan dalam naskah-naskah Ratna sebelumnya. Mulai kemiskinan hingga korupsi. "Saya tidak akan bermanis-manis di karya ini. Tapi karya ini pasti enak dinikmati. Ini sengaja kami pentaskan sebelum puasa, karena ini diharapkan menjadi renungan kita sebelum bulan puasa. Supaya kita tidak terus-menerus menjadi egois, juga pemerintah tidak memikirkan rakyat," papar Ratna.

Sementara itu, di mata Maryam, naskah ini menarik. Bagi ia, bentuk protes seniman adalah lewat karya. "Saya ingin membantu mengungkapkan ekspresi Umi yang juga ternyata ekspresi kami semua yang peduli dengan bangsa ini," katanya.

Atiqah pun senang bisa bermain lagi di Satu Merah Panggung. "Ibu Ratna Sarumpaet selain melahirkan aku sebagai seorang manusia, juga melahirkan aku menjadi seorang aktris. Senang sekali mendapatkan kesempatan lagi untuk bermain," kata Atiqah, yang memerankan pelacur bernama Ria.

Ratna mengatakan, pertunjukan ini adalah bagian dari perjuangan. "Apa yang diperjuangkan Ratna sama. Kemiskinan, kedaulatan rakyat, konsitusi yang diinjak-injak. Kenapa ini penting ditonton, karena menurut saya memang kita harus berhenti menutup telinga dan saya enggak bisa teriak-teriak di panggung itu sendirian, karena itu onani namanya. Saya butuh orang untuk mengajak memikirkan bangsa ini," tuturnya.



Editor :
Eko Hendrawan Sofyan