Dua Lembaga Ajukan Praperadilan Kasus Tabrakan Ari Wibowo - Kompas.com

Dua Lembaga Ajukan Praperadilan Kasus Tabrakan Ari Wibowo

Irfan Maullana
Kompas.com - 25/07/2013, 22:16 WIB
KOMPAS.COM/IRFAN MAULLANA Ari Wibowo usai menjalani pemeriksaan di Mapolresto Jakarta Selatan, Senin (10/6/2013) malam.


AKARTA, KOMPAS.com --
  Penutupan kasus kecelakaan maut yang melibatkan aktor Ari Wibowo di Jalan Wolter Monginsindi, Jakarta Selatan, 10 Juni 2013 hingga menyebabkan seorang kakek bernama Tjahmadi (80) rupanya berbuntut panjang. 

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Polri Watch dan Lembaga Bantuan Hukum ABH Medan, Sumatera Utara, melayangkan gugatan praperadilan terkait penghentian penyidikan oleh pihak kepolisian atas peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Kita akan menguji ulang kasus Ari yang sempat ditetapkan sebagai tersangka, lalu berubah menjadi korban setelah Tjahmadi meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta," jelas perwakilan Polri Watch dan LBH ABH Medan, Denny Ardiansyah Lubis, dalam wawancara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2013).

"Tersangka itu diberikan pada seseorang harus disertai bukti yang cukup. Polri tidak sembarang membuat status itu. Sepertinya polisi terburu-buru menetapkan status Ari sebagai tersangka pada 12 Juni 2013," lanjutnya.

Denny berharap kasus yang sudah ditutup ini bisa kembali dibuka untuk ditelaah lagi. "Perkara ini sudah SP3, kami minta supaya penyidikan itu dilanjutkan. BAP dibuka lagi, status Ari diperjelas sebagai tersangka atau korban. Mendudukkan almarhum (Tjahmadi) sebagai tersangka itu menciderai rasa keadilan. Yang diatur dalam Undang Undang Lalu Lintas itu yang disangkakan adalah pengendara motornya. Ini kok Tjahmadi-nya yang jadi tersangkanya," ujar Denny.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIrfan Maullana
EditorEko Hendrawan Sofyan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM