Ini Lukisan Terakhir Mendiang Pak Raden yang Belum Selesai - Kompas.com

Ini Lukisan Terakhir Mendiang Pak Raden yang Belum Selesai

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 31/10/2015, 10:02 WIB
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG Lukisan terakhir drs Suyadi alias Pak Raden yang belum selesai dikerjakan masih terpampang di kediamannya di Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh kenamaan dalam serial boneka Si Unyil, Drs Suyadi (82) alias Pak Raden, tutup usia karena penyakit infeksi paru-paru pada Jumat (30/10/2015). Menurut kerabatnya, sebelum meninggal, Suyadi sebenarnya tengah sibuk mempersiapkan pameran tunggal sketsa dan lukisan.

"Beliau memang lagi menyiapkan pameran tunggal di Bentara Budaya Jakarta (BBJ)," kata Maman Yudawinata (55), pembuat replika boneka Si Unyil dan rekan kerja Pak Raden sejak era 1980-an, kepada Kompas.com usai melayat di kediaman Pak Raden di Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015) pagi.

"Terakhir itu beliau lagi melukis tentang anak-anak yang nonton pagelaran wayang. Tapi, belum selesai itu," tambahnya.

Maman mengatakan, Suyadi sangat berkonsentrasi membuat sketsa dan lukisan beberapa bulan terakhir. Jika ada yang datang bertamu ke rumahnya, Suyadi tak akan menemui sebelum membuat janji. Sebab, lanjut Maman, Suyadi biasanya tak ingin diganggu ketika sedang asyik menggoreskan pensil di kanvas.

"Harus telepon dulu mau ketemu jam berapa, baru bisa supaya beliau bisa istirahat menggambar, terus dijadwal ketemu siapa saja. Kalau langsung datang, ketok-ketok di rumahnya, enggak bakal digubris," tuturnya.

Maman mengatakan, beberapa karya Suyadi sudah dikemas untuk pameran tunggal yang rencananya digelar di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, 21 November 2015. 

"Seratus lebih mungkin, sudah banyak yang di-packing, ditaruh di belakang (dapur). Terus sebagian di kamar sama ruang depan," ucap Maman.

Ketika Kompas.com memasuki kediaman almarhum, tampak di dalam kamar bagian depan dipenuhi lukisan karya Pak Raden. Salah satu lukisan terakhir pria yang dikenal dengan belangkon, pakaian beskap, dan kumis tebal itu masih terpasang di penyangga kanvas.

Di pintu ruang kerjanya tertempel kertas bertuliskan, "Saya butuh waktu untuk melukis dan menggambar. Mohon maaf saya terdesak deadline. Harap maklum". Tulisan itu disertai tanda tangan Pak Raden, tertanggal 29 November 2013.

Suyadi sebelumnya pernah menggelar pameran tunggal lukisan yang bertajuk "Noir et Blanc" di Bentara Budaya pada 26 April-5 Mei 2013 lalu.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorIrfan Maullana
Komentar