Jeremy Thomas: Di Dunia Hiburan Kami Menjual Nama Baik - Kompas.com

Jeremy Thomas: Di Dunia Hiburan Kami Menjual Nama Baik

Dian Reinis Kumampung
Kompas.com - 05/05/2016, 09:20 WIB
KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Artis peran Jeremy Thomas, sang istri Ina Thomas serta kuasa hukumnya saat menggelar jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran, Jeremy Thomas dan sang istri, Ina Thomas, mengaku merasa nama baik mereka dicemarkan oleh model Maratul Habibah atau Ara Alexander. 

"Kalau saya dan Ina, selama bertahun tahun adanya pemberitaan dan pembunuhan karakter terhadap keluarga kami. Namun fakta hukum, bukti yang sudah kami lampirkan ke Mabes (Polri) terbukti beda," ujar Jeremy saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/5/2016).

Kuasa hukum Jeremy, HR Yanuar Bagus Sasmito, mengatakan bahwa Ara beberapa kali  menuliskan beberapa fakta yang tidak benar mengenai keluarga Jeremy di media sosial miliknya.

"Saudari Maratul Habibah, dengan kalimat yang ia lontarkan sangat mempengaruhi masyarakat dengan kalimat bohong dan menyesatkan," ujar Yanuar.

"Dengan adanya info tersebut, penyidik, Maratul terkena pasal UU ITE, dia broadcast di media sosial dan memfitnah dengan berkata bohong dari keterangan yang tidak benar," imbuh Yahuar.

Jeremy mengaku ia sebenarnya enggan mengurusi permasalahan ini. Namun ia merasa perbuatan Ara semakin meresahkan keluarganya.

"Dia modusnya menebarkan kata-kata kata bohong, fitnah yang menyebabkan kenistaan terhadap keluarga saya. Saya tidak penting dengan masalah ini, mending bicara prestasi. Tapi saya punya hak jawab kepada fans," kata Jeremy.

Ia menjelaskan, menjaga nama baik sangat diperlukan demi menjaga kelangsungan kariernya.

"Di showbiz yang kita jual adalah nama baik, citra baik. Kontrak juga bicara gitu, enggak boleh bersinggungan hukum," ucap Jeremy.

Kini, Ara sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan Bareskrim Polri. Kepolisian menduga ia berada di Singapura.

PenulisDian Reinis Kumampung
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X